Rabu, 24 Desember 2014

Renungan Ayat-ayat Inspirator Part 1

Bismillah...
Mari berbagi, meskipun hanya satu ayat :)

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

Renungan 1: Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan mereka akan kembali kepadaNya. (QS. Al Baqarah: 45-46)

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertawakalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. (QS. Ali Imran: 200)

Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar. (QS. Al Anfal: 46)

Surat Cinta Tentang Sholat
Bila engkau anggap sholat itu hanya penggugur kewajiban,
maka kau akan terburu-buru mengerjakannya
Bila kau anggap sholat hanya sebuah kewajiban,
maka kau tak akan menikmati hadirnya Allah saat kau mengerjakannya
Anggaplah sholat itu pertemuan yang kau nanti dengan Allah
Anggaplah sholat itu sebagai cara terbaik kau bercerita dengan Allah
Anggaplah sholat itu sebagai kondisi terbaik untuk kau berkeluh kesah dengan Allah
Anggaplah sholat itu sebagai seriusnya kamu dalam bermimpi
Bayangkan ketika "Adzan",
tangan Allah melambai ke depanmu untuk mengajak kau lebih dekat denganNya
Bayangkan ketika kau "Takbir",
Allah melihatmu, Allah senyum untukmu dan Allah bangga terhadapmu
Bayangkanlah ketika "Rukuk",
Allah menopang badanmu hingga kau tak terjatuh, hingga kau rasakan damai dalam sentuhanNya
Bayangkan ketika "Sujud",
Allah mengelus kepalamu lalu Dia berbisik lembut dikedua telingamu "Aku Mencintaimu HambaKu"
Bayangkan ketika kau "Duduk Diantara Dua Sujud",
Allah berdiri gagah didepanmu lalu mengatakan "Aku tak akan diam bila ada yang mengusikmu"
Bayangkan ketika kau "Salam",
Allah menjawabnya "Aku akan selau menunggu dan merindukanmu kekasihKu"
Lalu Dia membersihkan hati dan pikiranmu setelah itu
Ingatlah selalu bahwa ketika tidak ada bahu untuk bersandar, selalu ada lantai untuk bersujud

 Quote ― Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
"Man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Jangan risaukan penderitaan hari ini, jalani saja dan lihatlah apa yang akan terjadi di depan. Karena yang kita tuju bukan sekarang, tapi ada yang lebih besar dan prinsipil, yaitu menjadi manusia yang telah menemukan misinya dalam hidup."

Renungan 2: Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. (QS. Alam Nasyrah: 5-6)

Laa Tahzan, Innallaha Ma'ana... Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita. (QS. At Taubah: 40)

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (QS. Ali Imran: 139)

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingati Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. Ar Ra'd: 28)

Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata: “Siapa yang berkata bismillah sungguh ia telah mengingat Allah, siapa yang berkata alhamdulillah sungguh ia telah bersyukur kepada Allah, siapa yang berkata Allahuakbar maka ia telah mengagungkan Allah, siapa yang berkata La ilaha illaAllah maka ia telah mentauhidkan Allah, dan siapa yang berkata la haula wa laa quwwata illah billah maka sungguh ia telah berserah diri sepenuhnya, dan kalimat itu akan menjadi harta simpanan baginya di surga.” (Fadhlu la haula wa laa quwwata illa billah, Ibnu Abdilhadi, hlm. 35)
La haula wa la quwwata illa billah (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah) adalah merupakan obat dari 99 penyakit dan penyakit yang paling ringan di antaranya adalah rasa kegelisahan. (HR. Tabrani)

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al Baqarah 2: 186)

Renungan 3: Hasbunallah wa ni'mal wakiil
(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung". Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. Ali Imran: 173-174)

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh) maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. (QS. Al Anfal: 45)

Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya). (QS. Al Fath: 18)

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. Yunus: 162)

Renungan 4: Bersyukurlah...
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim: 7)

Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (QS. Ibrahim: 34)

Renungan 5: Benci
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al Baqarah: 216)

Renungan 6: Maafkanlah
Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang maa´ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. (QS. Al A'raaf: 199)

Tidaklah sedekah itu mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba dengan sifat memaafkan kecuali kemuliaan, serta tidaklah seorang hamba merendahkan diri karena Allah melainkan Allah meninggikan darjatnya. (HR. Muslim)

Orang yang paling sabar diantara kamu ialah orang yang memaafkan kesalahan orang lain padahal dia berkuasa untuk membalasnya. (HR. Ibnu Abiduyya dan Baihaqi)


Tidaklah seorang itu suka memaafkan, melainkan dia akan semakin mulia. (HR. Muslim)

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Tuhanmu dan kepada syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, iaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya di waktu senang mahupun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan marah dan memaafkan kesalahan orang. Allah suka kepada orang yang berbuat kebajikan. (QS. Ali Imran: 133-134)

Dilaporkan kepada Allah semua perbuatan manusia pada setiap hari Kamis dan Senin, lalu Allah ‘Azza Wa Jalla mengampuninya pada hari itu juga, diampunkan setiap orang yang tidak syirik (menyekutukan) sesuatu dengan-Nya, kecuali sesiapa yang sedang bermusuhan, yaitu Allah berfirman untuknya: Tinggalkanlah (jangan dihapus dosa) kedua-dua (orang yang bersengketa) ini, sehingga mereka berdua berdamai, tinggalkanlah (jangan dihapus dosa) kedua-dua (orang yang bersengketa) ini, sehingga mereka berdua berdamai. (HR. Muslim)

Dan jika kalian memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS.  At Taghaabun: 14)

Dan hendaklah mereka memaafkan serta melupakan kesalahan orang-orang itu, tidakkah kamu suka supaya Allah mengampunkan dosa kamu? Dan ingatlah Allah Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani. (QS. An Nuur: 22)

Renungan 7: Yang Terjadi ya Terjadilah
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (QS. Al Hadiid: 22)

Renungan 8: Jalan keluar itu
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (QS. Ath Thalaaq: 2)

Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. (QS. Ath Thalaaq: 4)

Renungan 9: Hanya mengharap keridhaan Allah
Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. (QS. Al Insaan: 9)

Renungan 10: Tegarlah
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (QS. Ali Imran: 139)

Kutipan Buku "God I Miss You (101 Cara Mengobati Luka Jiwa Bersama Tuhan)"
by Ahmad Rifa'i Rif'an
Allah telah menjawab gundahmu
Oh Tuhan, mengapa aku Kau uji? Tuhan pun menjawab, "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta" (QS. 29: 2-3)

Tuhan, mengapa Engkau tak juga mengabulkan inginku? Tuhan pun menjawab, "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. 2: 216)


Tuhan, mengapa ujian yang kuhadapi harus seberat ini? Tuhan pun menjawab, "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir" (QS. 2: 286)


Ya Allah, aku sedih. Tuhan pun menghibur, "Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman" (QS. 3: 139)


Ya Allah, sepertinya hamba sudah tidak kuat dengan cobaan ini. Allah pun menjawab, "Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir" (QS. 12: 87). "...Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. 39: 53)


Tuhan, bagaimana aku harus menjalani hidupku? Tuhan pun menjawab, "Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung" (QS. 3: 200)


Tuhan, kepada siapa lagi aku harus berharap? Tuhan menjawab, "Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagimu; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung" (QS. 9: 129)


Tuhan, apa yang aku dapat dari segala ujian yang aku terima ini? Tuhan menjawabnya, "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka" (QS. 9: 111)


Ya Allah, apa yang Engkau lakukan padaku dengan segala kesulitan ini? Allah pun menjawab, "HambaKu, bersabarlah, Aku sedang merancang kehidupanmu."


Oh Allah, bukan Engkau yang tak adil. Hanya jiwa kami yang masih terlalu kerdil. Bukan Engkau yang tak Maha Kasih. Justru kami yang tak tahu terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar