Jumat, 31 Juli 2015

Dear Last July 2015

Bismillah...

Dear last July 2015, 15 Syawal 1436 H

Hari terakhir bulan Juli kalender 2015 bertepatan dengan pertengahan bulan Syawal 1436 H
Ya Allah waktu ini, berlalu begitu cepatnya. Entah aku harus gembira atau menangis. Rasanya belum siap dan tidak pernah siap. Menghadapi kenyataan, hari berganti hari, usia semakin berkurang, dosa semakin bertambah. Jadi aku benar-benar harus menangis :'(

Allah, aku tak minta banyak, juga tak minta macam-macam. Aku hanya minta Engkau senantiasa memberi petunjuk dan menuntunku selalu hidup di jalanMu. Kumohon Allah, jagalah hatiku, jangan biarkan aku berharap kepada selainMu. Jagalah hatiku dari godaan hawa nafsu yang seringkali menggoyahkan imanku. Aamiin.

Allah, izinkan aku menuliskan kerinduan untuknya, seseorang yang Engkau takdirkan untukku, yang saat ini masih setia menanti waktu pertemuan denganku. Allah kumohon disegerakan ya, pada waktu yang Engkau kehendaki, waktu terbaik menurutMu, mohon ya Allah karena aku sangat merindu.. :)

Hai kamuku, Assalamu'alaikum

Apa kabar kamu disana? Apa kamu rindu? Ingin segera bertemu? 😊😊😊
Sabar ya, sebentar lagi, entah di bumi bagian sebelah mana pasti kita bertemu di jalan yang sama..
Dalam doaku, selalu kumohonkan semoga kamu selalu taat, sehat dan dalam perlindungan Sang Maha Cinta, Allah SWT

Kamu, ini adalah tulisan pertamaku tanpa menyadur ulang dari sumber lain
Maaf jika kutuliskan disini
Bukan untuk mengumbar apalagi pamer
Agar tulisan ini dapat kujadikan kenangan
Untuk kutunjukkan padamu ketika kita telah bersama
Betapa dalam masa ini, aku begitu merindu
Betapa hadirmu benar menjadi harap terbesarku

Kamu, kuharap kamu adalah orang yang taat
Yang lisan dan tindakan benar karena Allah
Yang cintamu pada Rasulullah membuatmu menjadikannya sebaik-baik suri tauladan
Yang ketika melantunkan Surat CintaNya mampu menenteramkan hati

Kamu, kuharap kamu adalah orang yang memperhatikan penampilan
Bukan.. Tentu saja bukan penampilan agar diperhatikan banyak orang, apalagi wanita selainku
Tidak.. Bukan itu..!!
Sungguh aku tak akan pernah rela
Asal kamu tau, aku sangatlah pencemburu
Tentu tak kan kukatakan terus terang, tapi aku bisa menjadi sedingin es jika sudah begitu
Jadi camkan itu baik-baik!

Penampilan yang baik, rapi dan bersih ketika akan menghadap kepadaNya, Sang Maha Cinta
Pakaian terbaik ketika menuju masjid
Bau harum semerbak yang akan langsung dapat kukenali bahwa itu adalah kamu, lelakiku

Kamu, yang begitu mengidolakan Rasulullah, begitu bersemangat untuk mengikuti setiap sunnahnya
Kamuku, iya kamu..
Memperhatikan sekecil-kecil hal yang dicontohkannya
Percayalah..
Aku akan jadi orang pertama yang mendukungmu
Meskipun ada orang yang mungkin mencibir, menyebut "Islam aliran"
Sekali lagi percayalah, Islam aliran kita adalah sama
Mengikuti Rasulullah dan perintah Allah
Perhatikan saja genggaman tangan dan tatapan mataku
Semoga dengan itu akan menguatkanmu
Dan ingatlah selalu bahwa sebaik-baik pakaian adalah pakaian takwa
Kuharap kita akan terus saling mengingatkan

Kamu, kuharap kamu adalah orang yang bertanggung jawab
Tentu itu hukumnya wajib!
Kamu adalah pemimpin, tanggung jawab sepenuhnya di pundakmu
Benar.. Nantinya aku adalah madrasah pertama untuk buah hati kita
Tapi ingatlah selalu, madrasah yang baik hanya akan tercipta jika kepala sekolahnya juga baik, yaitu kamu!!
Jangan lelah terus belajar, jangan cepat menyerah pada keadaan
Tanggung jawab besar ada di pundakmu
Bukan kayamu akan harta yang akan membahagiakanku
Kayamu akan ilmu dan agama jauh lebih utama
Bukankah begitu indah ketika satu-satunya tujuan kita bersama adalah demi ridha Allah
Sang Maha Cinta, pemersatu aku dan kamu

Tempat tinggal, kendaraan tentu aku butuh
Sudah menjadi tanggung jawabmu memenuhinya
Tapi kamu juga harus tau, aku lebih butuh tempat tinggal abadi untuk kita di syurga Allah
Kamu, kuharap setelah aku dan kamu telah menjadi kita
Saat itu pula, bersama kita mulai mencicil satu rumah di syurga Allah
Bukan hanya sekedar inden, aku ingin benar kita memilikinya
Untuk itu kita harus mencicil, sepanjang usia kita bersama
Semoga dengannya, Allah ridha mengumpulkan kita kembali dalam satu rumah di syurgaNya

Kamu, bukan sempurnamu yang kuharapkan
Tapi kehadiranku untuk menyempurnakanmu lebih aku inginkan
Kesempurnaan itu milik Allah
Tapi ketika kita telah bersama, separuh agama Allah telah kita sempurnakan
Separuhnya lagi kita upayakan bersama
Dengan saling menggenggam dan mengharap ridhaNya
Semoga dengannya, bersama kita menjadi "sempurna" di mata Allah, Sang Maha Cinta

Jum'at Barokah :)
Bandung, 31 Juli 2015
15 Syawal 1436 H

Sabtu, 27 Juni 2015

Anak-anak dan perasaan

Banyak orang dewasa bilang
Masa paling indah adalah masa kanak-kanak
Kenapa ya?
Coba kita lihat..
Pemahaman anak-anak
Sederhana, sangat jauh dari kata rumit
Bahkan bisa jadi mereka sama sekali tidak mengerti istilah rumit
Ketika mereka bertengkar,berantem, ejek-ejekan
Dan kemudian pulang dengan tangis terisak
Karena ulah teman-teman sepermainan
Maka bisa dipastikan esok hari mereka sudah lupa
Dan asyik bermain lagi
Mereka tak kenal kebencian apalagi dendam
Yang ada di pikiran mereka adalah bermain, senang, bahagia

Ah indahnya masa-masa itu
Ketika menangis pun, tak butuh waktu lama untuk diam
Kembali ceria, tersenyum riang
Dengan sebungkus eskrim atau permen lollypop
Iya, begitu sederhananya pikiran anak-anak
Tak ada yang ditakutkan dengan masa depan
Tak ada sedikitpun kekhawatiran
Esok bisa makan eskrim lagi atau tidak
Esok masih akan diberi permen lagi atau tidak

Kalau sudah dewasa begini
Sering terbersit dalam pikiran
Betapa rindunya menjadi anak-anak



Perasaan

Perasaan itu..
Sulit dilukiskan dengan kata-kata
Kadang rumit, kadang sederhana
Tapi untuk orang dewasa
Sepertinya kebanyakan merasakan kerumitannya
Tak jarang sering dibuat menangis
Entah apa yang ditangisi
Membingungkan..

Perasaan muncul karena adanya hati
Hati muncul karena pikiran
Karena kita dikaruniai akal
Akal seringkali menimbulkan harapan
Dan harapan itulah yang seringkali menimbulkan sakit pada perasaan
Ketika harapan tak sesuai kenyataan
Ketika harapan melambung terlalu tinggi
Ketika kita tak mampu mengendalikan harapan
Akhirnya perasaan menjadi korban


Sepenggal coretan yang sempat tertulis di masa lalu


Bandung, 27 Juni 2015
Hepi wikend :)






Finally., aku menemukanMu sebagai tujuan hidupku

Sudah 5 bulan hibernasi hihi lama juga yak :D
Ngerasanya gak punya inspirasi padahal isi otak udah mbludak, serasa butuh tempat sampah cukup besar untuk menampung. Hanya saja setiap kali ingin menulis, rasanya seperti harus mengaduk-aduk perasaan lagi, jadi kuputuskan tunggu dulu, I need more time, but now I'm ready :)
5 bulan ini rasanya super, recovery luar biasa dari semua persoalan hidup yang sempat mampir. Dan sekarang rasanya sudah lebih baik, bahkan sangat baik.

Kalo kata orang-orang rencana Allah itu selalu indah, dan benar lebih indah malahan. Iya 5 bulan berlalu, kalo kuceritakan lagi sekarang aku sudah mampu mengenangnya sambil tersenyum. Hari-hari yang kujalani 5 bulan ini, semakin membuatku merasa yakin bahwa tujuan hidupku ternyata cuma 1, ridha Tuhanku, Allah. Kalo kemarin sempet bertanya-tanya bahkan protes (astaghfirullah) kenapa kok gini sih Allah, kenapa bisa Kau lakukan ini padaku. Aku sudah tak senakal dulu tapi kenapa Kau tak berikan yang kumau padahal mereka yang masih nakal selalu kau beri tanpa mereka minta.

Hihi ampuni aku ya Allah :*
Tak akan kulakukan lagi yang seperti itu. Ternyata yang Kau inginkan dari diriku juga cuma 1, Kau ingin aku mengutamakanMu dibanding yang lain. Kau ingin kunomorsatukan. Ah kenapa tak kusadari sejak dulu saja supaya air mataku tak tumpah berlarut-larut. Hehe tapi kini aku suka, aku begitu suka ketika dengan mudah Kau buat aku menangis karena ingat dosa-dosa yang kulakukan. Karena begitu banyak nikmat yang telah Kau berikan. Kau begitu mudah menyentuh hatiku dengan sekecil-kecilnya petunjukMu. Terima kasih Allah, terima kasih :)

Sekarang kalo Engkau menyuruhku untuk memilih cinta manusia atau cintaMu, jelas pilihanku adalah Engkau. Sudahlah, hidupku bahkan bukan milikku, Engkau yang Maha Memiliki pasti Kau punya rencana indah seindah rencana-rencanaMu yang lain yang telah Kau berikan padaku. Kewajibanku sekarang hanya terus menerus hidup di jalanMu mengikuti petunjukMu dan mengasihi keluargaku, Mama dan Bapak. Jalan syurga yang telah kumiliki.

Sekali lagi terima kasih Allah, kumohon jadikan aku sebaik-baik orang yang bermanfaat bagi sesamaku, bagi orang-orang terkasihku. Aamiin. Alhamdulillah, segala puji hanya bagiMu Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam beserta keluarga dan para sahabat.

Happy fasting guys :)
Salam fastabiqul khairat :)
10 Ramadhan 1436 H
Sabtu 27 Juni 2015
Bandung


Kamis, 29 Januari 2015

Cicak vs Buaya

"Sajak Untuk Presidenku"

Presidenku oh Presiden pilihanku
Mengapa oh mengapa
Anda jadi seperti ini
Kemana lantangmu yang dulu
Kemana ketegasanmu yang dulu
Kemana prinsipmu yang dulu
Yang membuatku begitu terkesima
Di balik raga mungilmu
Tak ada keraguan untuk memilihmu
Menjadi pemimpin bangsa ini

Oh Presidenku...
Please lah Pak, pahamilah mau kami
Mengertilah harap kami padamu
Janganlah kau buat kami ini kecewa
Janganlah kau giring pikiran kami
Untuk membenarkan apa yang sebelumnya "mereka" pikirkan tentangmu
Bahwa kau hanya akan menjadi "boneka"
Padahal Anda jelas-jelas seorang manusia
Sungguh Presidenku, kami sedih...
Tak sampai hati kami berburuk sangka padamu
Jangan kau buat tangan-tangan ini merasa berdosa
Karena telah memilihmu
Tunjukkanlah pada kami bukti ketegasanmu
Bahwa yang benar nampak benar
Dan yang gendut biar saja semakin gendut dalam penjara
Jangan biarkan para perampok menguasai negeri ini

Wahai Presidenku...
Maaf... Tapi masalah kami juga sudah cukup banyak
Jadi tolonglah segera tunjukkan sikap tegasmu keputusanmu
Agar semua ini segera usai
Agar kami tidak harus disibukkan membaca dan menonton lagi
Drama yang sedang hits di negeri ini
Tentu saja bukan Manusia Harimau
Atau Tukang Bubur Naik Haji
Apalagi Ganteng-ganteng Serigala
Udah gak jaman...
Drama ini berjudul Cicak vs Buaya

Senin, 26 Januari 2015

Sebuah Sajak 3



“Sebulan”

...misteri sang waktu, bagi sebagian orang waktu akan terasa begitu cepat. tapi bagi sebagian yang lain, waktu sebulan bahkan terasa sangat lama. tanyakan saja pada perasaanmu, kenapa kau ijinkan waktu sebulan yang tidak pernah lebih dari tigapuluh satu hari itu bisa kau rasakan begitu lama. jawabnya adalah kesedihan, karena penantian akan ketidakpastian dan harapan-harapan kosongmu yang masih saja terus melambung dan kau pupuk. sudahlah... cepat atau lambat sebulan ini pasti berlalu, terima kasih banyak...

Sebulan, sama dengan tigapuluh hari atau tigapuluh satu hari
Atau minimal duapuluh delapan hari
Waktu yang tidak lama, hanya sebentar saja
Tetapi bisa juga akan terasa begitu lama
Ketika kita menunggu suatu ketidakpastian
Melelahkan... pastinya

Oh sebulan, kenapa kau terasa begitu lama
Apa yang salah dari sebulanku ini
Bulan Januari, rasanya tak habis-habis
Padahal ketika kulewati bulan-bulan selainmu
Waktu bagiku terasa begitu cepat berlalu

Bahkan ada kalanya aku meminta kepada Tuhan
Untuk menghentikan waktu barang sejenak saja
Aku ingin menghela nafas dengan tenang
Karena saking cepatnya laju sang waktu
Nafas ini seringkali sampai terengah dan juga lelah

Wahai sang waktu, terima kasih...
Telah memberiku kesempatan, masih melihat dunia
Oh sebulan... cepat atau lambat kau pasti berlalu
Menyisakan banyak kenangan
Terima kasih, terima kasih atas sebulan yang berharga ini

Sebuah Sajak 2


"Jika Tiba Masanya Nanti"

 ...setiap dari kita pastilah pernah menantikan sesuatu, bahkan mungkin saat ini kita sedang dalam penantian akan sesuatu yang pada hakikatnya adalah kuasa penuh dari Allah untuk mewujudkannya. ada yang menanti dalam waktu singkat, tapi ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama agar penantian itu dijawab oleh Allah. tapi percayalah, rencana Allah selalu terbaik untuk setiap hamba yang selalu mendekat padaNya. hanya dengan mengingat Allah, hati jadi tenteram dan penantian kita senantiasa tak sia-sia...

Selamat pagi keindahan, senang bisa menjumpaimu lagi dalam senyuman
Jika tiba masanya nanti, aku pasti lupa kalo air mata ini pernah tumpah
Jika tiba masanya nanti, aku pasti lupa kalo raga ini pernah begitu lemah
Jika tiba masanya nanti, kupastikan semua harapan kosong itu telah sirna
Jika tiba masanya nanti, hanya kepastian yang teramat indah di pelupuk mata

Seringkali aku meminta, tolong Allah segera, kumohon segera...
Tapi Allah bilang, sabar sebentar lagi sayang, bersabarlah
Tidak akan lama lagi...
Seringkali pula aku meminta, tolong Allah aku mau yang ini, yang ini saja...
Tapi Allah bilang, sayang Aku sudah siapkan yang lebih baik, yang terbaik
Jadilah anak yang manis, percayakan semua yang menjadi tugasKu
Kupastikan hanya yang terbaik yang akan Kuberikan padamu
Itulah janji Tuhanku, yang senantiasa menguatkanku
Seringkali aku merintih, Allah sepertinya aku sudah tidak kuat
Aku sangat lemah, aku ingin menyerah...
Tapi Allah selalu bilang, Aku bersamamu, kamu pasti mampu
Seringkali aku bertanya, Allah sampai kapan aku seperti ini?
Allah bilang, jangan kau berputus asa dari rahmatKu
Nikmatilah, menangislah bersamaKu
Dan kau akan menemukan ketenangan
Seringkali pula aku bertanya, Allah apakah aku akan lulus?
Allah dengan tegas menjawab, selagi kau selalu bersamaKu,
Kupastikan kau akan lulus, percayalah sayang, percayalah padaKu
Akulah pemilik janji yang tak pernah ingkar

Oh Allah manisnya hidupku ini bersamaMu
Manisnya jalan yang harus ku tempuh ini
Ampuni aku sang pengeluh ini
Ampuni aku yang seringkali mendustakan nikmatMu
Waktu... biarlah jadi pengobat, biarlah jadi penjawab
Dari segala kuasaMu atas diriku
Terima kasih atas kasihMu, terima kasih Ar Rahmaan
Tatkala raga ini seperti akan roboh
Kaulah yang menguatkan kakiku untuk menyangganya
Dan hanya dengan mengingatMu saja hati ini menjadi tenteram

Akan selalu kuingat, sebuah perkataan Ali bin Abi Thalib yang teramat indah
Yakinlah ada sesuatu yang menantimu selepas banyak kesabaran (yang kau jalani)
Yang akan membuatmu terpana hingga kau lupa betapa pedihnya rasa sakit

Sebuah Sajak



"Menghapus Masa Lalu"

...yang paling jauh dari kehidupan kita saat ini adalah masa lalu, yang paling dekat dengan kehidupan kita saat ini adalah masa depan. suka atau tidak suka, sedih maupun bahagia, setiap dari kita mempunyai masa lalu. karena kita tidak akan hidup hari ini, tanpa adanya masa lalu. terima kasih atas semua masa lalu, baik yang membuatku tersenyum maupun yang menghadirkan tangis. terima kasih Allah, Engkau ijinkan aku sampai titik ini, hari ini...

Seandainya saja, menghapus masa lalu itu seperti menghapus inbox di email
Pasti langsung aku “check all lalu klik delete
Seandainya saja, menghapus masa lalu itu seperti menghapus history di bbm
Pasti langsung aku “clear all, end chat atau bahkan delcont
Seandainya saja, menghapus masa lalu itu seperti menghapus SMS di kotak pesan
Pasti langsung aku “option pilih delete all

Ah tapi ternyata tak semudah itu
Semakin ingin dihapus maka semakin kuat pula ingatan kita akan masa lalu
Masa lalu tentu terjadi bukan karena kebetulan
Semua pasti atas ijin Tuhan
Maka cara terbaik menghapus masa lalu
Adalah dengan terus berjalan melangkah maju
Sesekali boleh menoleh ke belakang
Agar kita selalu ingat bahwa keberadaan kita saat ini
Salah satunya berkat masa lalu
Entah masa lalu itu menyedihkan atau membahagiakan
Yang pasti semua itu terjadi atas ijin Tuhan

Ucapkanlah terima kasih pada masa lalu
Maka Tuhan akan mengijinkan kita terus maju dengan gagah dan tegap
Menuju masa depan yang lebih baik
Selamat belajar dari masa lalu

Jumat, 09 Januari 2015

Libur Tlah Tiba

Tombo Ati by Opick

Tombo ati iku limo perkarane 
Kaping pisan moco Qur’an lan maknane 
Kaping pindo sholat wengi lakonono
 Kaping telu wong kang sholeh kumpulono 
Kaping papat kudu weteng ingkang luwe 
Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe
Salah sawijine sopo bisa ngelakoni 
Mugi-mugi gusti Allah nyembadani

Obat hati ada lima perkaranya 
Yang pertama baca Qur'an dan maknanya 
Yang kedua sholat malam dirikanlah 
Yang ketiga berkumpullah dengan orang sholeh 
Yang keempat perbanyaklah berpuasa
Yang kelima dzikir malam perbanyaklah
Salah satunya siapa bisa menjalani 
Moga-moga Gusti Allah mencukupi

Alhamdulillah udah hari Jumat lagi dan besok udah weekend. Cihuyyy... Padahal sih gak ada rencana kemana2 juga. Paling hibernasi di kosan seharian. Tadinya sih pengen maen ke rumah sahabat di Depok. Apa mau dikata adek iparnya mau dateng so aku putuskan lain kali aja maennya. Lagian juga aku masih awang2en bayangin pergi ke Depok seorang diri. Serasa takut nyasar hikss... Gak lucu kan pegawai KAI tapi naik kereta aja kesasar, malu banget sama seragam. Secara aku ini belum pernah naik KRL dan yang lebih parah rasa2nya buta banget sama Jakarta dan sekitarnya. Gak tau napa dari dulu gak gitu suka sama satu kota bernama Jakarta. Rasanya kalo aku di Jakarta seperti semut yang gak ada artinya dan gak akan ada yang peduli keberadaanku. Terlalu riuh sama duniawi, itu sih kayaknya yang bikin aku semakin antipati sama Jakarta. Gak mau jadi orang hedonis.


Apa lagi yah?? Hmm... Wah blank. Udah ahh lagi gak punya inspirasi, lagi menikmati hidup :D
Selamat holiday, barakallah :)

Kamis, 08 Januari 2015

Hati-hati dengan Hati

Selamat datang bulan pertama tahun 2015, Januari... Terimakasih Allah atas suka duka, tawa tangis, sehat sakit. Terimakasih atas segala yang telah Engkau anugerahkan kepadaku hingga detik ini. Setiap hembusan hafas yang begitu ringan ini, semua adalah anugerah terindahMu. Bagiku setiap pagi adalah hari baru, setiap pagi adalah kesempatan. Terimakasih atas nikmat pagiMu yang masih Kau ijinkan menyapaku hingga pagi ini. Semoga hari ini lebih baik dari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini. Aamiin. Terimakasih, terimakasih, alhamdulillah.


Aku benar-benar ingin merubah pola pikir, aku ingin punya semangat baru, pencapaian yang tak akan aku lupakan di tahun ini. Inginku hanya memikirkan hal-hal positif untuk hidupku. Jatuh bangun akhir tahun lalu sudah cukup menguras energi dan air mataku. Aku tidak ingin bulan baru yang indah ini masih dipenuhi pikiran-pikiran negarif dan air mata. Aku sudah terlalu lelah dan lemah. Sudah cukup! Aku juga butuh bahagia tanpa syarat apapun. Let’s begin myself. Ayo kita mulai diriku sendiri. Aku akan memulainya dengan satu ketegasan terhadap diriku sendiri.


JANGAN JAHAT. Tanpa sadar aku adalah orang paling jahat terhadap diriku sendiri. Sudah terlalu sering diri ini tak mau berkompromi dengan diriku sendiri. Andai hati ini tak sekeras batu karang mungkin rasa kecewa yang aku rasakan tak akan sedalam ini. Aku telah mencoba dan selalu memaksa diri ini melakukan hal-hal yang bukanlah menjadi kuasaku untuk melakukannya. Aku benar-benar telah menyiksa diriku sendiri. Manusia paling jahat terhadap diriku sendiri. Bagaimana Allah bisa menyayangiku kalo aku sendiri tak mampu memperlakukan diriku sendiri dengan baik. Bukankah diri ini juga merupakan titipan yang harus aku jaga dan aku sayangi sepenuh hati? Mohon maafkan aku Rabb...


Mulai saat ini aku tak mau lagi memaksakan hal-hal yang menjadi kuasa Allah untuk mewujudkannya. Aku harus memperbaiki ikhtiar-ikhtiar dan niatku. Ya aku harus segera berubah. Aku tak mau jadi orang yang merugi, sudah cukup banyak waktu yang telah aku siakan. Sudah tak terhitung lagi air mata yang sudah menetes, sudah terlalu banyak energi dan pikiran yang terkuras untuk merenungi ini semua. Sudah Cukup! Let’s begin, to be a better person.

Januari ini, antara siap dan tidak siap. Satu hal yang teramat penting terjadi dalam hidupku. Batang usiaku yang lebih meninggi lagi. Entah aku bingung harus bahagia atau sedih. Tapi akhir-akhir ini yang membuatku sedih adalah dengan waktu yang sudah sedemikian panjangnya Allah berikan aku kesempatan untuk masih terus bernafas, tapi kualitas hidupku seakan masih begini-begini saja. Tanpa kemajuan yang berarti, bukankah kalau seperti ini terus maka aku termasuk golongan orang yang merugi? Naudzubillah...

Sudahlah setidaknya sedikit demi sedikit aku mulai menemukan ketenangan, kedamaian dalam hati. Aku hanya harus mengabaikan hal-hal yang tidak penting disekitarku. Aku hanya harus fokus pada diriku sendiri. Kata Allah, aku harus bersabar sedikit lagi. Buah kesabaran ini pasti akan segera datang. Dengan dukungan penuh dari keluarga tercinta, mama bapak kakak-kakak dan ponakan kesayangan aku pasti bisa melewati ini dengan hasil kemenangan.

Aku tak mau lagi menyebut ini sebagai resolusi, karena ketika hal ini aku jadikan resolusi pada awal tahun lalu dan menduduki urutan pertama dalam daftar resolusiku tahun 2014, namun justru malah menjadi hal terpenting yang tak terealisasi. Inilah yang menjadi awal kekecewaan terbesarku, awal keterpurukanku. Ya, aku memimpikan pernikahan. Hati ini benar-benar diliputi kegelisahan yang benar-benar tak mampu aku tahan. Sekuat aku menahan sekuat itu pula air mataku mengalir dengan derasnya. Seringkali aku bertanya pada Rabbku, jodoh itu yang seperti apa sih ya Allah? Kenapa sulit sekali aku menemukannya. Kenapa aku merasa orang-orang disekitarku begitu mudahnya bertemu dengan jodoh bahkan dengan cara-cara yang tak Engkau ijinkan. Sedangkan aku yang selalu berusaha menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang Engkau larang tetapi tak juga Engkau ijinkan untuk bertemu dengannya.

Ah itu hanya pikiran liar sepintasku, yang sesaat kemudian aku lupakan dan aku akan terus fokus dengan prasangka baikku kepada Allah. Bukankah Allah itu sesuai prasangka hambaNya? 
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman:Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku” (Muttafaqun ‘alaih). Hadits ini mengajarkan bagaimana seorang muslim harus huznuzhon pada Allah dan memiliki sikap roja' (harap) padaNya.

Cara terbaik untukku saat ini adalah terus istiqomah dan terus memupuk keyakinan akan ada kemudahan sesudah kesulitan-kesulitan yang aku hadapi. Ini benar-benar sesuai dengan janjiNya "bersama kesulitan ada kemudahan" (QS. Al Insyiraah: 5). Terus berpikir positif dan mengabaikan hal-hal yang tidak penting, itulah yang harus selalu aku sugestikan dalam-dalam pada diriku. Karena bagaimana hati ini bereaksi akan sejalan dengan apa yang aku pikirkan. Kalo aku pikir ini baik maka akan jadi baik dan sebaliknya. Pikiran adalah bagian dari fungsi hati, seperti dijelaskan dalam ayat berikut: "maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada" (QS. Al Hajj: 46)
Salah satu fungsi hati ialah untuk memahami. Memahami adalah salah satu proses berpikir. Maka berpikir itu salah satu bagian dari pekerjaan hati, selain merasakan. Jika hati kita baik maka seluruhnya akan baik. Seperti hadits ini "Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada sekerat daging. Apabila daging itu baik, maka seluruh tubuh itu baik; dan apabila sekerat daging itu rusak, maka seluruh tubuh itu pun rusak. Ketahuilah, dia itu adalah hati." (HR. Bukhari)
Apa yang kita pikirkan akan mempengaruhi semua hidup kita. Maka kita harus berhati-hati dengan pikiran kita, usahakan agar pikiran kita selalu memikirkan yang baik, positif dan indah sebab akan diwujudkan oleh tubuh dan hidup kita. Ada suatu prinsip tentang pikiran yang sering dikatakan oleh para motivator, yaitu "Bila Anda pikir Anda bisa, maka Anda bisa... Tetapi bila Anda pikir Anda tidak bisa, maka Anda tidak bisa."
Selamat menyambut hari baru, semangat baru. Tetaplah tersenyum, karena dibutuhkan 43 otot untuk cemberut dan hanya 17 otot untuk tersenyum. Kalo kata sahabatku "Percaya aja sama Allah, keyakinan sama Allah harus terus dipupuk. Jangan ambil tugas Allah. Tugas kita cuma berusaha. Libatkan Allah dalam sekecil apapun urusan kita, bahkan untuk memilih menu makanan sekalipun." Nasehat yang sangat indah, terimakasih sahabat kesayangan. Jazaakillahu khayran, barakallahu fiik :)