Senin, 26 Januari 2015

Sebuah Sajak 2


"Jika Tiba Masanya Nanti"

 ...setiap dari kita pastilah pernah menantikan sesuatu, bahkan mungkin saat ini kita sedang dalam penantian akan sesuatu yang pada hakikatnya adalah kuasa penuh dari Allah untuk mewujudkannya. ada yang menanti dalam waktu singkat, tapi ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama agar penantian itu dijawab oleh Allah. tapi percayalah, rencana Allah selalu terbaik untuk setiap hamba yang selalu mendekat padaNya. hanya dengan mengingat Allah, hati jadi tenteram dan penantian kita senantiasa tak sia-sia...

Selamat pagi keindahan, senang bisa menjumpaimu lagi dalam senyuman
Jika tiba masanya nanti, aku pasti lupa kalo air mata ini pernah tumpah
Jika tiba masanya nanti, aku pasti lupa kalo raga ini pernah begitu lemah
Jika tiba masanya nanti, kupastikan semua harapan kosong itu telah sirna
Jika tiba masanya nanti, hanya kepastian yang teramat indah di pelupuk mata

Seringkali aku meminta, tolong Allah segera, kumohon segera...
Tapi Allah bilang, sabar sebentar lagi sayang, bersabarlah
Tidak akan lama lagi...
Seringkali pula aku meminta, tolong Allah aku mau yang ini, yang ini saja...
Tapi Allah bilang, sayang Aku sudah siapkan yang lebih baik, yang terbaik
Jadilah anak yang manis, percayakan semua yang menjadi tugasKu
Kupastikan hanya yang terbaik yang akan Kuberikan padamu
Itulah janji Tuhanku, yang senantiasa menguatkanku
Seringkali aku merintih, Allah sepertinya aku sudah tidak kuat
Aku sangat lemah, aku ingin menyerah...
Tapi Allah selalu bilang, Aku bersamamu, kamu pasti mampu
Seringkali aku bertanya, Allah sampai kapan aku seperti ini?
Allah bilang, jangan kau berputus asa dari rahmatKu
Nikmatilah, menangislah bersamaKu
Dan kau akan menemukan ketenangan
Seringkali pula aku bertanya, Allah apakah aku akan lulus?
Allah dengan tegas menjawab, selagi kau selalu bersamaKu,
Kupastikan kau akan lulus, percayalah sayang, percayalah padaKu
Akulah pemilik janji yang tak pernah ingkar

Oh Allah manisnya hidupku ini bersamaMu
Manisnya jalan yang harus ku tempuh ini
Ampuni aku sang pengeluh ini
Ampuni aku yang seringkali mendustakan nikmatMu
Waktu... biarlah jadi pengobat, biarlah jadi penjawab
Dari segala kuasaMu atas diriku
Terima kasih atas kasihMu, terima kasih Ar Rahmaan
Tatkala raga ini seperti akan roboh
Kaulah yang menguatkan kakiku untuk menyangganya
Dan hanya dengan mengingatMu saja hati ini menjadi tenteram

Akan selalu kuingat, sebuah perkataan Ali bin Abi Thalib yang teramat indah
Yakinlah ada sesuatu yang menantimu selepas banyak kesabaran (yang kau jalani)
Yang akan membuatmu terpana hingga kau lupa betapa pedihnya rasa sakit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar