Rabu, 24 Desember 2014

Renungan Ayat-ayat Inspirator Part 1

Bismillah...
Mari berbagi, meskipun hanya satu ayat :)

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

Renungan 1: Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan mereka akan kembali kepadaNya. (QS. Al Baqarah: 45-46)

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertawakalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. (QS. Ali Imran: 200)

Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar. (QS. Al Anfal: 46)

Surat Cinta Tentang Sholat
Bila engkau anggap sholat itu hanya penggugur kewajiban,
maka kau akan terburu-buru mengerjakannya
Bila kau anggap sholat hanya sebuah kewajiban,
maka kau tak akan menikmati hadirnya Allah saat kau mengerjakannya
Anggaplah sholat itu pertemuan yang kau nanti dengan Allah
Anggaplah sholat itu sebagai cara terbaik kau bercerita dengan Allah
Anggaplah sholat itu sebagai kondisi terbaik untuk kau berkeluh kesah dengan Allah
Anggaplah sholat itu sebagai seriusnya kamu dalam bermimpi
Bayangkan ketika "Adzan",
tangan Allah melambai ke depanmu untuk mengajak kau lebih dekat denganNya
Bayangkan ketika kau "Takbir",
Allah melihatmu, Allah senyum untukmu dan Allah bangga terhadapmu
Bayangkanlah ketika "Rukuk",
Allah menopang badanmu hingga kau tak terjatuh, hingga kau rasakan damai dalam sentuhanNya
Bayangkan ketika "Sujud",
Allah mengelus kepalamu lalu Dia berbisik lembut dikedua telingamu "Aku Mencintaimu HambaKu"
Bayangkan ketika kau "Duduk Diantara Dua Sujud",
Allah berdiri gagah didepanmu lalu mengatakan "Aku tak akan diam bila ada yang mengusikmu"
Bayangkan ketika kau "Salam",
Allah menjawabnya "Aku akan selau menunggu dan merindukanmu kekasihKu"
Lalu Dia membersihkan hati dan pikiranmu setelah itu
Ingatlah selalu bahwa ketika tidak ada bahu untuk bersandar, selalu ada lantai untuk bersujud

 Quote ― Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
"Man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Jangan risaukan penderitaan hari ini, jalani saja dan lihatlah apa yang akan terjadi di depan. Karena yang kita tuju bukan sekarang, tapi ada yang lebih besar dan prinsipil, yaitu menjadi manusia yang telah menemukan misinya dalam hidup."

Renungan 2: Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. (QS. Alam Nasyrah: 5-6)

Laa Tahzan, Innallaha Ma'ana... Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita. (QS. At Taubah: 40)

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (QS. Ali Imran: 139)

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingati Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. Ar Ra'd: 28)

Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata: “Siapa yang berkata bismillah sungguh ia telah mengingat Allah, siapa yang berkata alhamdulillah sungguh ia telah bersyukur kepada Allah, siapa yang berkata Allahuakbar maka ia telah mengagungkan Allah, siapa yang berkata La ilaha illaAllah maka ia telah mentauhidkan Allah, dan siapa yang berkata la haula wa laa quwwata illah billah maka sungguh ia telah berserah diri sepenuhnya, dan kalimat itu akan menjadi harta simpanan baginya di surga.” (Fadhlu la haula wa laa quwwata illa billah, Ibnu Abdilhadi, hlm. 35)
La haula wa la quwwata illa billah (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah) adalah merupakan obat dari 99 penyakit dan penyakit yang paling ringan di antaranya adalah rasa kegelisahan. (HR. Tabrani)

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al Baqarah 2: 186)

Renungan 3: Hasbunallah wa ni'mal wakiil
(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung". Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. Ali Imran: 173-174)

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh) maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. (QS. Al Anfal: 45)

Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya). (QS. Al Fath: 18)

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. Yunus: 162)

Renungan 4: Bersyukurlah...
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim: 7)

Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (QS. Ibrahim: 34)

Renungan 5: Benci
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al Baqarah: 216)

Renungan 6: Maafkanlah
Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang maa´ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. (QS. Al A'raaf: 199)

Tidaklah sedekah itu mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba dengan sifat memaafkan kecuali kemuliaan, serta tidaklah seorang hamba merendahkan diri karena Allah melainkan Allah meninggikan darjatnya. (HR. Muslim)

Orang yang paling sabar diantara kamu ialah orang yang memaafkan kesalahan orang lain padahal dia berkuasa untuk membalasnya. (HR. Ibnu Abiduyya dan Baihaqi)


Tidaklah seorang itu suka memaafkan, melainkan dia akan semakin mulia. (HR. Muslim)

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Tuhanmu dan kepada syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, iaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya di waktu senang mahupun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan marah dan memaafkan kesalahan orang. Allah suka kepada orang yang berbuat kebajikan. (QS. Ali Imran: 133-134)

Dilaporkan kepada Allah semua perbuatan manusia pada setiap hari Kamis dan Senin, lalu Allah ‘Azza Wa Jalla mengampuninya pada hari itu juga, diampunkan setiap orang yang tidak syirik (menyekutukan) sesuatu dengan-Nya, kecuali sesiapa yang sedang bermusuhan, yaitu Allah berfirman untuknya: Tinggalkanlah (jangan dihapus dosa) kedua-dua (orang yang bersengketa) ini, sehingga mereka berdua berdamai, tinggalkanlah (jangan dihapus dosa) kedua-dua (orang yang bersengketa) ini, sehingga mereka berdua berdamai. (HR. Muslim)

Dan jika kalian memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS.  At Taghaabun: 14)

Dan hendaklah mereka memaafkan serta melupakan kesalahan orang-orang itu, tidakkah kamu suka supaya Allah mengampunkan dosa kamu? Dan ingatlah Allah Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani. (QS. An Nuur: 22)

Renungan 7: Yang Terjadi ya Terjadilah
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (QS. Al Hadiid: 22)

Renungan 8: Jalan keluar itu
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (QS. Ath Thalaaq: 2)

Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. (QS. Ath Thalaaq: 4)

Renungan 9: Hanya mengharap keridhaan Allah
Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. (QS. Al Insaan: 9)

Renungan 10: Tegarlah
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (QS. Ali Imran: 139)

Kutipan Buku "God I Miss You (101 Cara Mengobati Luka Jiwa Bersama Tuhan)"
by Ahmad Rifa'i Rif'an
Allah telah menjawab gundahmu
Oh Tuhan, mengapa aku Kau uji? Tuhan pun menjawab, "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta" (QS. 29: 2-3)

Tuhan, mengapa Engkau tak juga mengabulkan inginku? Tuhan pun menjawab, "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. 2: 216)


Tuhan, mengapa ujian yang kuhadapi harus seberat ini? Tuhan pun menjawab, "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir" (QS. 2: 286)


Ya Allah, aku sedih. Tuhan pun menghibur, "Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman" (QS. 3: 139)


Ya Allah, sepertinya hamba sudah tidak kuat dengan cobaan ini. Allah pun menjawab, "Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir" (QS. 12: 87). "...Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. 39: 53)


Tuhan, bagaimana aku harus menjalani hidupku? Tuhan pun menjawab, "Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung" (QS. 3: 200)


Tuhan, kepada siapa lagi aku harus berharap? Tuhan menjawab, "Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagimu; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung" (QS. 9: 129)


Tuhan, apa yang aku dapat dari segala ujian yang aku terima ini? Tuhan menjawabnya, "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka" (QS. 9: 111)


Ya Allah, apa yang Engkau lakukan padaku dengan segala kesulitan ini? Allah pun menjawab, "HambaKu, bersabarlah, Aku sedang merancang kehidupanmu."


Oh Allah, bukan Engkau yang tak adil. Hanya jiwa kami yang masih terlalu kerdil. Bukan Engkau yang tak Maha Kasih. Justru kami yang tak tahu terima kasih.

Rabu, 17 Desember 2014

Aku punya Allah Yang Maha Besar

Pagi ini sudah lebih baik, aku sudah mulai bisa menerima dan berdamai dengan diriku sendiri. kalo ini adalah takdirku dariNya. aku percaya pada janjiNya, "bersama kesulitan ada kemudahan" (QS. 94: 5). tak elok rasanya kalo aku terus menerus mengeluh. aku takut jadi kufur nikmat. padahal limpahan nikmat dariNya teramat banyak. jangan sampai hanya karena satu hal maka menghapus rasa syukur terhadap nikmat yang lain. "sungguh bersama kesulitan ada kemudahan" (QS. 94: 5).

Tak ingin aku beranjak sedikitpun dari Al Qur'an, setelah shalat subuh tadi pagi kubaca terjemahan Surat Al Baqarah, sebenarnya sudah sejak lama aku ingin membacanya. aku tau banyak hal berharga disana. dan sungguh luar biasa didalamnya aku temukan kedamaian. “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram” (QS. 13: 28). ayat-ayat Allah yang begitu indah, janji-janji Allah yang tak pernah meleset. “Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur'an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang , gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun” (QS. 39: 23).

Allah untuk saat ini aku tak minta banyak, aku cuma ingin ketenangan dan kedamaian. pun bagaimana caranya aku harus lulus melewati ujian ini. ini bukanlah ujian yang sulit, tapi sungguh ini juga tak mudah untukku. hanya bersamaMu kutemukan harapan. kugantungkan harapku setinggi-tingginya padaMu. “Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? Dan Kami telah menghilangkan darimu bebanmu? Yang memberatkan punggungmu. Dan Kami tinggikan bagimu sebutanmu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap” (QS. 94: 1-8). mohon bantu aku, peluk aku erat-erat, jangan biarkan aku goyah. walaupun belum kutemukan tempat untuk bersandar tapi aku selalu punya tempat untuk bersujud. "Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan cobaan. Sesungguhnya Allah ’Azza wa jalla bila menyenangi suatu kaum Allah menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah" (HR. Tirmidzi). sungguh indah karuniaMu.

“La Haula wa la Quwwata illa billah adalah merupakan obat dari 99 penyakit dan penyakit yang paling ringan di antaranya adalah rasa kegelisahan" (HR. Ibnu Abi Dunia dari Abu Hurairah RA). tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah. sungguh benar aku ini hanya seorang hamba yang lemah, tiada daya dan upaya kecuali hanya mengharap pertolonganMu semata. aku tak minta Engkau mempercepat waktu, aku hanya minta Engkau temani aku melewati ini.

"Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung" (QS. 3: 173). "wahai Dzat membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamaMu" (HR. Tirmidzi, Ahmad, dll). Allah cukuplah Engkau saja tempatku berkeluh kesah, aku tak ingin dikasihani, aku tak ingin mengemis, mengiba kepada yang lain. biarkan mereka dengan penilaiannya, bagiku hanya penilaianMu yang paling utama. seperti kata Imam Syafi'i "kebenaran dalam pandanganku mengandung satu kesalahan dalam pandangan orang lain. dan kebenaran dalam pandangan orang lain mengandung satu kesalahan dalam pandanganku". sudahlah tak usah memaksakan penilaian orang lain terhadap kita.

Allah sungguh aku malu, teramat malu untuk mengeluh, aku ini cuma manusia biasa kadangkala merasa lelah, semoga aku tak pernah berputus asa dari rahmatMu. karena aku malu pada firmanMu "fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?)" (QS. 55: 13). sungguh banyak nikmat yang Kau berikan tapi masih saja aku mengeluh. jangan biarkan aku menjadi kufur nikmat. “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumatkan, Jika kamu bersyukur akan karuniaKu, pasti Aku tambah untukmu, jika kamu ingkar, sesungguhnya azabKu sangat pedih” (QS. 14: 7). “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rizkinya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat” (QS. 16: 112). ampuni aku karena masih mengeluh, sungguh aku takut padaMu. “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)” (QS. 14: 34).

"LAA ILAAHA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH"

Senin, 15 Desember 2014

Selalu ada yang harus disyukuri

Selamat hari Senin, selamat puasa sunnah hari Senin, barakallah guys :)
Hari ini gw mellow banget, sensi abis. dikit-dikit pengen mewek hikss.. rasanya weekend ini cepet banget. apa karena gw mudik ke rumah jadi waktu seakan berlalu begitu cepetnya. entahlah atau mungkin cuma perasaan gw aja. niat pulang pengen curhat habis2an sama mama gag kesampean. ada2 aja intermezonya.

Malem minggu ituharusnya jadi  quality time sama mama kalo gw lagi pulang ke rumah. kami biasanya tidur bareng di kamar mama sama bapak. terus sebelum tidur kami pasti cerita2 dari A sampai Z hingga kami tertidur. tapi malem minggu ini ritual kami terganggu gara2 pakde sama budhe gw dateng ke rumah membawa cerita pilu (menurut gw sih, demi Allah ini miris banget). batin gw berontak sejadi2nya. maksud kedatangan mereka ke rumah mau pinjem uang. jadi cerita singkatnya, anak laki-laki budhe gw kan baru aja nikah terus istrinya dibawa tinggal ke rumah mereka. nah anak budhe gw itu bilang ke budhe dan pakde kalo mereka mau mandiri, mau masak sendiri. nah entah ini jadi kode dari si anak atau naluri orangtua ya, akhirnya pakde sama budhe berkesimpulan bahwa mereka harus menyingkir dari rumah. mereka memutuskan akan membuat sebuah gubuk kecil untuk tempat tinggal dan tidur, tempat berlindung mereka berdua. duh miris banget gw dengernya.

Kenapa dimasa tua orangtua masih harus memikirkan dimana mereka akan tinggal. padahal anak2 mereka udah punya tempat tinggal yang lebih dari layak. kenapa bukan anak2nya yang memikirkan untuk merawat orangtua. kenapa masih banyak terjadi hal2 yang gag logis kayak gini. kenapa surga yang ada di depan mata justru disia2kan. semua pertanyaan ini mengganggu pikiran gw. gag habis pikir hal kayak gini bakal kejadian bahkan di lingkungan dekat gw. naudzubillah..

Sekitar pukul 10 malem, akhirnya pakde dan budhe gw balik. menjelang tidur gw sama mama sedikit ngebahas tentang masalah pakde dan budhe. kami bener2 gag habis pikir. jangankan masa tua bisa tidur di kasur empuk nyaman kayak kami, bahkan mereka masih harus memikirkan tempat berlindung. miris banget. tapi dari situ gw bilang ke mama, betapa Allah selalu punya caraNya sendiri untuk menyadarkan kita agar selalu bersyukur. kalo gw selalu berprinsip di dalem rumah. gw selalu mewanti2 kalo orangtua gw sampai kapanpun jangan sampai bergeser barang 1 milimeterpun dari posisi mereka sekarang di rumah. gw gag mau nanti hari tua mereka sampai ngenes kayak pakde dan budhe. naudzubillah..

Alhamdulillah, gw sama kakak juga sepakat soal itu. jadi gw bisa tenang. gw jadi keinget sama perumpamaan, orangtua mampu merawat 10 anak tapi 10 orang anak belum tentu mampu merawat kedua orangtua mereka. miris banget ya.. orangtua selalu ingin dan sekuat tenaga banting tulang demi memberi yang terbaik untuk anak2nya apalagi ketika anak mereka masih kecil tapi ketika orangtua sudah mulai senja kadang anak menganggap mereka jadi beban dan malah ada yang sampai hati mengirim orangtua ke panti jombo. naudzubillah..

Seorang anak, apalagi anak laki-laki punya tanggung jawab yang besar terhadap orangtuanya. bukan justru malah mengabaikan orangtua dan lebih berat ke istri. sungguh hal itu tidak dibenarkan dalam agama. Suami harus mendahulukan ibunya daripada istrinya .Sangat wajar kalau anak laki-laki meski sudah menikah tapi tetap memperhatikan ibu dan bapaknya, bahkan ini adalah kewajiban anak kepada orang tuanya, terutama ibu. Meski anak sudah berkeluarga dan punya rumah sendiri, ia tetap wajib merawat orang tuanya, termasuk menafkahinya seandainya mereka memang sudah tidak mampu bekerja lagi. Anak laki-laki harus taat kepada ibunya, bukan istrinya. Justru istrilah yang harus patuh pada suaminya.

Dalam sebuah hadits shahih, diriwayatkan bahwa Aisyah Ra bertanya kepada Rasulullah Saw, ”Siapakah yang berhak terhadap seorang wanita?” Rasulullah menjawab, “Suaminya” (apabila sudah menikah). Aisyah Ra bertanya lagi, ”Siapakah yang berhak terhadap seorang laki-laki?” Rasulullah menjawab, “Ibunya” (HR. Muslim)
Seorang sahabat, Jabir Ra menceritakan:
Suatu hari datang seorang laki-laki kepada Rasulullah Saw, ia berkata, “Ya Rasulallah, saya memiliki harta dan anak, dan bagaimana jika bapak saya menginginkan (meminta) harta saya itu? Rasulullah menjawab, “Kamu dan harta kamu adalah milik ayahmu”. (HR. Ibnu Majah dan At- Thabrani).
Ini berarti apabila orang tua membutuhkan bantuan, maka kita tidak boleh menolak, apalagi sampai menyakiti perasaannya.

Itu sekilas tentang malem minggu gw dimana gw gagal curhat sama mama. hari minggunya, alhamdulillah pas mama libur dari aktivitas di luar rumah. yess bisa seharian sama mama. tapi sahabat gw pas kuliah dateng ke rumah mau nganterin undangan nikahan sahabat gw yang lain. ya udah deh akhirnya gw gag bisa fokus lagi sama niat curhat gw ke mama. alhasil yang ada ujung2nya malah gw sama sahabat gw menggalau berjamaah. hadeehhh... padahal gw pulang mau nyembuhin galau tapi malah ketambahan galau. terlalu..

Pas hari Jum'at sore menjelang gw pulang ke rumah, hati gw sempet sesek mendapati suatu kenyataan yang menurut gw tak terduga. bener2 ya rencana Allah sangat misterius, terkadang sampai bikin naik turun suasana hati. kejutan2 yang tak terduga, sampai cuma bisa komentar oh jadi begini jadi begitu. dan gw selalu harus mensugestikan ke diri gw sendiri keep khusnudzan. selalu berbaik sangka sama setiap rencana Allah. cuma itu satu2nya cara bertahan agar iman gw gag goyah.

Kepulangan dengan dada yang masih sesek, pas di stasiun sambil nunggu kereta gw sempet terhibur dengan alunan musik ala 'pengamen' yang dimainkan musisi lokal. suaranya bikin suasana hati gw sedikit membaik. dari situ gw mulai tersadar dan keinget sama salah satu pembahasan dari buku yang baru aja gw selesai baca "Sejenak Hening" by Adjie Silarus. ahh emang ya 'pengamen' kalo suaranya bagus bikin betah berlama-lama menikmati alunan lagunya. seperti Allah yang senang ketika seorang hamba berlama-lama memohon dan tetap setia menanti terjawabnya setiap doa :)

Ini bener2 mempertegas komitmen gw sama Allah, Allah lihatlah aku, aku ini masih disini tak bergerak 1 milimeterpun dari tempat semula dan akan tetap selalu setia menanti jawaban dari setiap doa yang aku mohonkan dan gantungkan hanya kepadaMu. sepanjang perjalanan pulang, gw nikmatin sambil menyelesiakan bab demi bab buku "Sejenak Hening". sampai tiba2 gw tersadar, di ujung sana ada seseorang yang tadinya gw pikir mungkin dia orang yang Allah takdirkan buat gw. kami memang melewati jalan yang sama tapi ternyata tujuan akhirnya bisa jadi berbeda. dan itu sangat mungkin terjadi. entahlah.. sesuai kehendak Allah saja, kadang gw berpikir buat mengistirahatkan otak gw dari pikiran2 tentang kekhawatiran masa depan. gw mau bahagia dengan pikiran gw saat ini, gag harus sampai nunggu masa depan yang belum gw tau bakalan seperti apa.

Kemarin sore pas mau berangkat ke stasiun, rasanya berat banget. ponakan yang mendaftarkan diri pengen ikut nganter lah terus raut muka mama yang kayak belum rela gw tinggal. ponakan gw yang pas detik2 terakhir gw mau berangkat masih dengan manjanya minta dicium. pelukan mama yang masih kurang lama, recharge mood booster kali ini bener2 belum full. alhasil sepanjang jalan menuju stasiun gw cuma bisa merenung, pikiran gw melayang kemana2 dan berhasil ngebuat gw mewek :'(
semoga Allah senantiasa menjaga mama bapak dan keluarga. semoga rencana indah Allah ini mampu aku jalani dengan ikhlas dan sabar. terimakasih Allah atas segala karuniaMu, ampuni aku yang masih saja selalu mengeluh, kuatkan aku dari kebimbangan batin ini. aamiin :)

Senin, 08 Desember 2014

Udah jalanin aja

Selamat hari Senin, gw biasa menyebutnya Senin Barokah, selamat puasa sunnah hari Senin bagi yang menjalankan :)

Hari ini gw gag puasa, tau donk kalo cewek selalu punya hari2 istimewa setiap bulan, rejeki bernama datang bulan hehe.. rasanya kok kangen banget pengen puasa, apalagi kalo sepertiga malem terakhir kuangen banget pengen mesra2an sama Allah, pengen curhat :( herannya walopun lagi gag sholat gw tetep aja kebangunnya jam segitu2 padahal gag ngidupin alarm. dan entah kenapa pasti susah buat tidur lagi hikss alhasil waktu itu mau gag mau gw manfaatin buat merenung. semua yang ada di pikiran gw mengalir dengan sendirinya, tiba2 aja muncul secara bertubi2.

Senin ini rasanya sedikit berat, tidur semalem gag berkualitas. tengah malem gw kebangun kasak kusuk cari obat dan cuma nemu tolak angin yang bisa gw minum gegara kepala kliyengan cenut2 gag karuan. padahal pas mau tidur gag ada tanda2 apa2. hikss.. pas bangun tidur tadi pagi masih aja kliyengan dan hasilnya gw positif migren dengan mata rasanya berat kecapekan minta diistirahatin. ditambah aura di kantor hawanya gag enak. lengkap sudah Senin ini. gw jadi kangen rumah, kangen mama. pengen pulang. butuh mood booster, butuh recharge ulang semangat. segeralah hari Jum'at pliss :'(

Weekend ini rasanya something banget, habis sharing2 sama temen kosan yang udah married. gw pengen tau masalah2 yang umum dihadapi dalam sebuah rumah tangga baru. gw sedikit shock ketika temen gw dengan gamblang bilang kalo masalah keuangan seringkali jadi biang keladi. apalagi kalo penghasilan istri lebih besar daripada penghasilan suami. duh #jlebb banget #miris #nyesek luar biasa. emang sih dari kemarin2 gw sempet mikirin itu, tapi cuma sepintas lalu. nah setelah temen kosan cerita kayak gitu gw semakin kepikiran dan gag bisa tidak! gw ngeri banget :'(

Batin gw bergejolak gw takut gara2 itu nantinya jadi durhaka sama suami, jadi sok superior sama suami dan jadi kurang menghargai nafkah yang diberikan suami. mungkin ketakutan gw ini terlalu dini, secara gw kan belum married, calon aja belum nemu hikss.. hehe tapi kan gag papa namanya juga preventif, pencegahan supaya nantinya gag sampe kejadian hal2 buruk itu. gw itu orangnya paling males kalo uang dijadiin masalah walopun gag munafik gw tetep aja butuh uang. tapi untuk mendewakan uang dan menjadikan uang adalah segala2nya. itu bukan gw banget!

Gw punya Allah yang Maha Kaya. lagi2 gw mesti berlindung kepada Allah apalagi untuk urusan duniawi yang seringkali menyilaukan mata dan kadang menghilangkan akal sehat juga logika. gw gag mau ikut2an standar hidup orang lain yang menjadikan uang sebagai kunci kebahagiaan. iya sih hari gini mana ada yang murah apalagi gratis untuk sesuatu yang bagus dan berkualitas. bahkan dalam benak kita ini udah terpatri dengan kuatnya ada harga ada rupa. kalo mau yang bagus ya harus mau bayar mahal.

Allah, kumohon jagalah aku, jangan sampai aku lebih mencintai dunia ini ketimbang Engkau yang Maha Mencintai. jauhkan aku dari sifat kikir dan kumohon bimbinglah agar aku senantiasa bersyukur atas segala limpahan rejeki yang Engkau anugerahkan padaku. jika nanti Engkau jodohkan aku dengan laki2 baik yang Engkau ridhai, kumohon hindarkan kami dari pertengkaran karena masalah keuangan. jadikanlah kami hamba2Mu yang senantiasa merasa kaya dan cukup dengan bersyukur dan sedekah. iya dengan sedekah. satu2nya cara untuk kaya di hadapanMu, dengan lebih sering melihat ke bawah berbagi dengan sesama, agar kami senantiasa mensyukuri segala rahmatMu ya Rabb. aku tak ingin lagi mencemaskan yang sudah menjadi ketentuanMu, jodoh, rejeki dan kematian. semua itu hak prerogatifMu Rabb. aku hanya ingin jadi hambaMu yang senantiasa lebih baik di hadapanMu dari hari ke hari. aamiin.




Senin, 01 Desember 2014

Halaman terakhir kalender 2014

Selamat hari Senin, selamat menjalankan ibadah puasa sunnah hari Senin, selamat Senin barokah guys, stay positive thinking ya...

Walopun berat tapi tetep harus dijalanin, positive thinking, sugesti diri sendiri harus semangat! selamat datang bulan Desember 2014. halaman terakhir kalender 2014 pun akhirnya datang. tanpa memberiku sedikit waktu lebih lama untuk merangkai angan dalam mimpi2 indah. ah sudahlah, percaya saja dengan takdir indah Allah. jika Allah belum mengijinkanku tahun ini, semoga awal tahun depan Allah berkenan mengijabah doaku. aamiin.

Allah, Engkau pasti lebih tau betapa penasarannya aku terhadap sosok yang dinamakan dengan jodoh. sungguh aku ini penasaran banget, jodohku seperti apa. Allah tolong jangan lama2 lagi ya, aku mulai lelah menanti, aku tidak ingin memaksaMu tapi ijinkan aku memohon dengan sangat ya Allah. bulan Januari semakin mendekat, itu artinya susunan angka bernama usia pun akan segera berganti dengan nominal angka yang lebih besar. walopun orang bilang usia itu tidak lebih dari susunan angka tapi tetep aja buat gw itu merupakan waktu2 yang berharga. secara gw ini cewek ada masa expirednya, gw pengen punya anak dalam usia yang masih produktif dan bisa dibilang muda. gw mau jadi ibu hebat buat anak2 gw #miris #nyesek banget setiap mikir ini.

Kemarin pas pulang ke rumah (Jogja), sepupu gw dikhitbah. mereka tidak melalui proses pacaran (aka. ta'aruf) dikenalkan oleh seorang teman. ini adalah pernikahan kedua buat dia. suaminya terdahulu meninggal karena kecelakaan di saat mereka sedang bahagia2nya mengecap manisnya berumah tangga dengan seorang anak yang baru saja hadir di antara mereka. Allah memberi ujian sesuai dengan kemampuan hambaNya. sepupu gw ini buat gw adalah sepupu yang luar biasa hebat. dan terbukti Allah memberinya hadiah manis, calon suaminya yang sekarang juga gag kalah hebat, seorang laki2 yang menurut gw nyaris sempurna. muda dengan pekerjaan yang tidak kalah keren yakni seorang arsitek dan insyaAllah bertanggungjawab. kenapa gw bisa bilang bertanggungjawab padahal gw belum kenal? karena dia telah berani mengambil sepupu gw yang notabene janda dengan 1 anak untuk dijadikannya istri padahal status laki2 itu single. ah rencana Allah bener2 subhanallah hebat dan indah. itulah kenapa gw tetep bisa semangat menjalani masa2 penantian ini, karena gw punya kenyakinan yang sama. semua akan Allah indahkan pada waktu yang tepat. aamiin.

Walopun sampai saat ini belum juga ada tanda2 kehadirannya dalam hidup gw, tapi akhir2 ini rasanya jauh lebih tenang lebih pasrah lebih ikhlas dan tidak terlalu ngoyo. rasanya kayak air mengalir, nothing to lose. mungkin juga ini adalah jawaban dari doa2ku. nanti kalo sudah waktunya datang dan hadir pasti ada suatu pertanda, petunjuk yang Allah berikan padaku. yang penting doa dan ikhtiar gw gag pernah putus. gw percaya Allah akan selalu menyayangi dan mencintai hamba2Nya yang selalu dekat kepadaNya. terima kasih Allah atas karunia yang tak ternilai ini :)

Kalo mau ngomongin soal resolusi, resolusi terbesar gw tahun 2014 ini adalah menikah. ya! pernikahan. tapi apalah daya manusia berencana tapi Allah lah yang punya kuasa sebagai penentu segalanya. pasti baik, pasti indah! hampir semua resolusi yang gw bikin tahun 2014 alhamdulillah terealisasi. cuma satu yang gw gag punya kuasa buat merealisasikannya, pernikahan. yah gimana donk gw pengen nikah tapi jodohnya aja belum tau, sama aja gw mau pake baju merah tapi gag punya baju warna merah kan. baju mah bisa dibeli, kalo jodoh? coba ada yang jual ya hikss :(

Untuk tahun 2015 yang dalam hitungan hari lagi akan segera datang, gw gag mau bikin resolusi muluk2. cukup Allah temukan dengan jodoh terbaik yang diridhaiNya saja. menjadi istri yang berbakti dan ibu yang hebat dari putra putri yang hebat pula. resolusi simpel yang lagi2 sangat mengandalkan kuasa Allah. semoga Engkau ijabah ya Allah. aamiin. eh iya ada satu lagi, gw harus bisa nyetir mobil sendiri, gw mau jadi perempuan yang mandiri. OK! it's enough bismillah semoga terwujud. aamiin :)