Senin, 15 Desember 2014

Selalu ada yang harus disyukuri

Selamat hari Senin, selamat puasa sunnah hari Senin, barakallah guys :)
Hari ini gw mellow banget, sensi abis. dikit-dikit pengen mewek hikss.. rasanya weekend ini cepet banget. apa karena gw mudik ke rumah jadi waktu seakan berlalu begitu cepetnya. entahlah atau mungkin cuma perasaan gw aja. niat pulang pengen curhat habis2an sama mama gag kesampean. ada2 aja intermezonya.

Malem minggu ituharusnya jadi  quality time sama mama kalo gw lagi pulang ke rumah. kami biasanya tidur bareng di kamar mama sama bapak. terus sebelum tidur kami pasti cerita2 dari A sampai Z hingga kami tertidur. tapi malem minggu ini ritual kami terganggu gara2 pakde sama budhe gw dateng ke rumah membawa cerita pilu (menurut gw sih, demi Allah ini miris banget). batin gw berontak sejadi2nya. maksud kedatangan mereka ke rumah mau pinjem uang. jadi cerita singkatnya, anak laki-laki budhe gw kan baru aja nikah terus istrinya dibawa tinggal ke rumah mereka. nah anak budhe gw itu bilang ke budhe dan pakde kalo mereka mau mandiri, mau masak sendiri. nah entah ini jadi kode dari si anak atau naluri orangtua ya, akhirnya pakde sama budhe berkesimpulan bahwa mereka harus menyingkir dari rumah. mereka memutuskan akan membuat sebuah gubuk kecil untuk tempat tinggal dan tidur, tempat berlindung mereka berdua. duh miris banget gw dengernya.

Kenapa dimasa tua orangtua masih harus memikirkan dimana mereka akan tinggal. padahal anak2 mereka udah punya tempat tinggal yang lebih dari layak. kenapa bukan anak2nya yang memikirkan untuk merawat orangtua. kenapa masih banyak terjadi hal2 yang gag logis kayak gini. kenapa surga yang ada di depan mata justru disia2kan. semua pertanyaan ini mengganggu pikiran gw. gag habis pikir hal kayak gini bakal kejadian bahkan di lingkungan dekat gw. naudzubillah..

Sekitar pukul 10 malem, akhirnya pakde dan budhe gw balik. menjelang tidur gw sama mama sedikit ngebahas tentang masalah pakde dan budhe. kami bener2 gag habis pikir. jangankan masa tua bisa tidur di kasur empuk nyaman kayak kami, bahkan mereka masih harus memikirkan tempat berlindung. miris banget. tapi dari situ gw bilang ke mama, betapa Allah selalu punya caraNya sendiri untuk menyadarkan kita agar selalu bersyukur. kalo gw selalu berprinsip di dalem rumah. gw selalu mewanti2 kalo orangtua gw sampai kapanpun jangan sampai bergeser barang 1 milimeterpun dari posisi mereka sekarang di rumah. gw gag mau nanti hari tua mereka sampai ngenes kayak pakde dan budhe. naudzubillah..

Alhamdulillah, gw sama kakak juga sepakat soal itu. jadi gw bisa tenang. gw jadi keinget sama perumpamaan, orangtua mampu merawat 10 anak tapi 10 orang anak belum tentu mampu merawat kedua orangtua mereka. miris banget ya.. orangtua selalu ingin dan sekuat tenaga banting tulang demi memberi yang terbaik untuk anak2nya apalagi ketika anak mereka masih kecil tapi ketika orangtua sudah mulai senja kadang anak menganggap mereka jadi beban dan malah ada yang sampai hati mengirim orangtua ke panti jombo. naudzubillah..

Seorang anak, apalagi anak laki-laki punya tanggung jawab yang besar terhadap orangtuanya. bukan justru malah mengabaikan orangtua dan lebih berat ke istri. sungguh hal itu tidak dibenarkan dalam agama. Suami harus mendahulukan ibunya daripada istrinya .Sangat wajar kalau anak laki-laki meski sudah menikah tapi tetap memperhatikan ibu dan bapaknya, bahkan ini adalah kewajiban anak kepada orang tuanya, terutama ibu. Meski anak sudah berkeluarga dan punya rumah sendiri, ia tetap wajib merawat orang tuanya, termasuk menafkahinya seandainya mereka memang sudah tidak mampu bekerja lagi. Anak laki-laki harus taat kepada ibunya, bukan istrinya. Justru istrilah yang harus patuh pada suaminya.

Dalam sebuah hadits shahih, diriwayatkan bahwa Aisyah Ra bertanya kepada Rasulullah Saw, ”Siapakah yang berhak terhadap seorang wanita?” Rasulullah menjawab, “Suaminya” (apabila sudah menikah). Aisyah Ra bertanya lagi, ”Siapakah yang berhak terhadap seorang laki-laki?” Rasulullah menjawab, “Ibunya” (HR. Muslim)
Seorang sahabat, Jabir Ra menceritakan:
Suatu hari datang seorang laki-laki kepada Rasulullah Saw, ia berkata, “Ya Rasulallah, saya memiliki harta dan anak, dan bagaimana jika bapak saya menginginkan (meminta) harta saya itu? Rasulullah menjawab, “Kamu dan harta kamu adalah milik ayahmu”. (HR. Ibnu Majah dan At- Thabrani).
Ini berarti apabila orang tua membutuhkan bantuan, maka kita tidak boleh menolak, apalagi sampai menyakiti perasaannya.

Itu sekilas tentang malem minggu gw dimana gw gagal curhat sama mama. hari minggunya, alhamdulillah pas mama libur dari aktivitas di luar rumah. yess bisa seharian sama mama. tapi sahabat gw pas kuliah dateng ke rumah mau nganterin undangan nikahan sahabat gw yang lain. ya udah deh akhirnya gw gag bisa fokus lagi sama niat curhat gw ke mama. alhasil yang ada ujung2nya malah gw sama sahabat gw menggalau berjamaah. hadeehhh... padahal gw pulang mau nyembuhin galau tapi malah ketambahan galau. terlalu..

Pas hari Jum'at sore menjelang gw pulang ke rumah, hati gw sempet sesek mendapati suatu kenyataan yang menurut gw tak terduga. bener2 ya rencana Allah sangat misterius, terkadang sampai bikin naik turun suasana hati. kejutan2 yang tak terduga, sampai cuma bisa komentar oh jadi begini jadi begitu. dan gw selalu harus mensugestikan ke diri gw sendiri keep khusnudzan. selalu berbaik sangka sama setiap rencana Allah. cuma itu satu2nya cara bertahan agar iman gw gag goyah.

Kepulangan dengan dada yang masih sesek, pas di stasiun sambil nunggu kereta gw sempet terhibur dengan alunan musik ala 'pengamen' yang dimainkan musisi lokal. suaranya bikin suasana hati gw sedikit membaik. dari situ gw mulai tersadar dan keinget sama salah satu pembahasan dari buku yang baru aja gw selesai baca "Sejenak Hening" by Adjie Silarus. ahh emang ya 'pengamen' kalo suaranya bagus bikin betah berlama-lama menikmati alunan lagunya. seperti Allah yang senang ketika seorang hamba berlama-lama memohon dan tetap setia menanti terjawabnya setiap doa :)

Ini bener2 mempertegas komitmen gw sama Allah, Allah lihatlah aku, aku ini masih disini tak bergerak 1 milimeterpun dari tempat semula dan akan tetap selalu setia menanti jawaban dari setiap doa yang aku mohonkan dan gantungkan hanya kepadaMu. sepanjang perjalanan pulang, gw nikmatin sambil menyelesiakan bab demi bab buku "Sejenak Hening". sampai tiba2 gw tersadar, di ujung sana ada seseorang yang tadinya gw pikir mungkin dia orang yang Allah takdirkan buat gw. kami memang melewati jalan yang sama tapi ternyata tujuan akhirnya bisa jadi berbeda. dan itu sangat mungkin terjadi. entahlah.. sesuai kehendak Allah saja, kadang gw berpikir buat mengistirahatkan otak gw dari pikiran2 tentang kekhawatiran masa depan. gw mau bahagia dengan pikiran gw saat ini, gag harus sampai nunggu masa depan yang belum gw tau bakalan seperti apa.

Kemarin sore pas mau berangkat ke stasiun, rasanya berat banget. ponakan yang mendaftarkan diri pengen ikut nganter lah terus raut muka mama yang kayak belum rela gw tinggal. ponakan gw yang pas detik2 terakhir gw mau berangkat masih dengan manjanya minta dicium. pelukan mama yang masih kurang lama, recharge mood booster kali ini bener2 belum full. alhasil sepanjang jalan menuju stasiun gw cuma bisa merenung, pikiran gw melayang kemana2 dan berhasil ngebuat gw mewek :'(
semoga Allah senantiasa menjaga mama bapak dan keluarga. semoga rencana indah Allah ini mampu aku jalani dengan ikhlas dan sabar. terimakasih Allah atas segala karuniaMu, ampuni aku yang masih saja selalu mengeluh, kuatkan aku dari kebimbangan batin ini. aamiin :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar