Pagi ini sudah lebih baik, aku sudah mulai bisa menerima dan berdamai dengan diriku sendiri. kalo ini adalah takdirku dariNya. aku percaya pada janjiNya, "bersama kesulitan ada kemudahan" (QS. 94: 5). tak elok rasanya kalo aku terus menerus mengeluh. aku takut jadi kufur nikmat. padahal limpahan nikmat dariNya teramat banyak. jangan sampai hanya karena satu hal maka menghapus rasa syukur terhadap nikmat yang lain. "sungguh bersama kesulitan ada kemudahan" (QS. 94: 5).
Tak ingin aku beranjak sedikitpun dari Al Qur'an, setelah shalat subuh tadi pagi kubaca terjemahan Surat Al Baqarah, sebenarnya sudah sejak lama aku ingin membacanya. aku tau banyak hal berharga disana. dan sungguh luar biasa didalamnya aku temukan kedamaian. “(yaitu) orang-orang yang beriman
dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah,
hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram” (QS. 13: 28). ayat-ayat Allah yang begitu indah, janji-janji Allah yang tak pernah meleset. “Allah telah menurunkan perkataan
yang paling baik (yaitu) Al Qur'an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi
berulang-ulang , gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada
Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu
mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki
siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah,
niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun” (QS. 39: 23).
Allah untuk saat ini aku tak minta banyak, aku cuma ingin ketenangan dan kedamaian. pun bagaimana caranya aku harus lulus melewati ujian ini. ini bukanlah ujian yang sulit, tapi sungguh ini juga tak mudah untukku. hanya bersamaMu kutemukan harapan. kugantungkan harapku setinggi-tingginya padaMu. “Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? Dan Kami telah
menghilangkan darimu bebanmu? Yang memberatkan punggungmu. Dan Kami
tinggikan bagimu sebutanmu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu
ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka
apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan
sungguh-sungguh (urusan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah
hendaknya kamu berharap” (QS. 94: 1-8). mohon bantu aku, peluk aku erat-erat, jangan biarkan aku goyah. walaupun belum kutemukan tempat untuk bersandar tapi aku selalu punya tempat untuk bersujud. "Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan cobaan. Sesungguhnya
Allah ’Azza wa jalla bila menyenangi suatu kaum Allah menguji mereka.
Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa
murka maka baginya murka Allah" (HR. Tirmidzi). sungguh indah karuniaMu.
“La Haula wa la Quwwata illa billah
adalah merupakan obat dari 99 penyakit dan penyakit yang paling ringan di
antaranya adalah rasa kegelisahan" (HR. Ibnu Abi Dunia dari Abu Hurairah
RA). tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah. sungguh benar aku ini hanya seorang hamba yang lemah, tiada daya dan upaya kecuali hanya mengharap pertolonganMu semata. aku tak minta Engkau mempercepat waktu, aku hanya minta Engkau temani aku melewati ini.
"Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung" (QS. 3: 173). "wahai Dzat membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamaMu" (HR. Tirmidzi, Ahmad, dll). Allah cukuplah Engkau saja tempatku berkeluh kesah, aku tak ingin dikasihani, aku tak ingin mengemis, mengiba kepada yang lain. biarkan mereka dengan penilaiannya, bagiku hanya penilaianMu yang paling utama. seperti kata Imam Syafi'i "kebenaran dalam pandanganku mengandung satu kesalahan dalam pandangan orang lain. dan kebenaran dalam pandangan orang lain mengandung satu kesalahan dalam pandanganku". sudahlah tak usah memaksakan penilaian orang lain terhadap kita.
Allah sungguh aku malu, teramat malu untuk mengeluh, aku ini cuma manusia biasa kadangkala merasa lelah, semoga aku tak pernah berputus asa dari rahmatMu. karena aku malu pada firmanMu "fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?)" (QS. 55: 13). sungguh banyak nikmat yang Kau berikan tapi masih saja aku mengeluh. jangan biarkan aku menjadi kufur nikmat. “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu
memaklumatkan, Jika kamu bersyukur akan karuniaKu, pasti Aku tambah
untukmu, jika kamu ingkar, sesungguhnya azabKu sangat pedih” (QS. 14: 7). “Dan Allah telah membuat suatu
perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram,
rizkinya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya
mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada
mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu
mereka perbuat” (QS. 16: 112). ampuni aku karena masih mengeluh, sungguh aku takut padaMu. “Dan
jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu
menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat
mengingkari (nikmat Allah)” (QS. 14: 34).
"LAA ILAAHA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar