Kamis, 29 Januari 2015

Cicak vs Buaya

"Sajak Untuk Presidenku"

Presidenku oh Presiden pilihanku
Mengapa oh mengapa
Anda jadi seperti ini
Kemana lantangmu yang dulu
Kemana ketegasanmu yang dulu
Kemana prinsipmu yang dulu
Yang membuatku begitu terkesima
Di balik raga mungilmu
Tak ada keraguan untuk memilihmu
Menjadi pemimpin bangsa ini

Oh Presidenku...
Please lah Pak, pahamilah mau kami
Mengertilah harap kami padamu
Janganlah kau buat kami ini kecewa
Janganlah kau giring pikiran kami
Untuk membenarkan apa yang sebelumnya "mereka" pikirkan tentangmu
Bahwa kau hanya akan menjadi "boneka"
Padahal Anda jelas-jelas seorang manusia
Sungguh Presidenku, kami sedih...
Tak sampai hati kami berburuk sangka padamu
Jangan kau buat tangan-tangan ini merasa berdosa
Karena telah memilihmu
Tunjukkanlah pada kami bukti ketegasanmu
Bahwa yang benar nampak benar
Dan yang gendut biar saja semakin gendut dalam penjara
Jangan biarkan para perampok menguasai negeri ini

Wahai Presidenku...
Maaf... Tapi masalah kami juga sudah cukup banyak
Jadi tolonglah segera tunjukkan sikap tegasmu keputusanmu
Agar semua ini segera usai
Agar kami tidak harus disibukkan membaca dan menonton lagi
Drama yang sedang hits di negeri ini
Tentu saja bukan Manusia Harimau
Atau Tukang Bubur Naik Haji
Apalagi Ganteng-ganteng Serigala
Udah gak jaman...
Drama ini berjudul Cicak vs Buaya

Senin, 26 Januari 2015

Sebuah Sajak 3



“Sebulan”

...misteri sang waktu, bagi sebagian orang waktu akan terasa begitu cepat. tapi bagi sebagian yang lain, waktu sebulan bahkan terasa sangat lama. tanyakan saja pada perasaanmu, kenapa kau ijinkan waktu sebulan yang tidak pernah lebih dari tigapuluh satu hari itu bisa kau rasakan begitu lama. jawabnya adalah kesedihan, karena penantian akan ketidakpastian dan harapan-harapan kosongmu yang masih saja terus melambung dan kau pupuk. sudahlah... cepat atau lambat sebulan ini pasti berlalu, terima kasih banyak...

Sebulan, sama dengan tigapuluh hari atau tigapuluh satu hari
Atau minimal duapuluh delapan hari
Waktu yang tidak lama, hanya sebentar saja
Tetapi bisa juga akan terasa begitu lama
Ketika kita menunggu suatu ketidakpastian
Melelahkan... pastinya

Oh sebulan, kenapa kau terasa begitu lama
Apa yang salah dari sebulanku ini
Bulan Januari, rasanya tak habis-habis
Padahal ketika kulewati bulan-bulan selainmu
Waktu bagiku terasa begitu cepat berlalu

Bahkan ada kalanya aku meminta kepada Tuhan
Untuk menghentikan waktu barang sejenak saja
Aku ingin menghela nafas dengan tenang
Karena saking cepatnya laju sang waktu
Nafas ini seringkali sampai terengah dan juga lelah

Wahai sang waktu, terima kasih...
Telah memberiku kesempatan, masih melihat dunia
Oh sebulan... cepat atau lambat kau pasti berlalu
Menyisakan banyak kenangan
Terima kasih, terima kasih atas sebulan yang berharga ini

Sebuah Sajak 2


"Jika Tiba Masanya Nanti"

 ...setiap dari kita pastilah pernah menantikan sesuatu, bahkan mungkin saat ini kita sedang dalam penantian akan sesuatu yang pada hakikatnya adalah kuasa penuh dari Allah untuk mewujudkannya. ada yang menanti dalam waktu singkat, tapi ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama agar penantian itu dijawab oleh Allah. tapi percayalah, rencana Allah selalu terbaik untuk setiap hamba yang selalu mendekat padaNya. hanya dengan mengingat Allah, hati jadi tenteram dan penantian kita senantiasa tak sia-sia...

Selamat pagi keindahan, senang bisa menjumpaimu lagi dalam senyuman
Jika tiba masanya nanti, aku pasti lupa kalo air mata ini pernah tumpah
Jika tiba masanya nanti, aku pasti lupa kalo raga ini pernah begitu lemah
Jika tiba masanya nanti, kupastikan semua harapan kosong itu telah sirna
Jika tiba masanya nanti, hanya kepastian yang teramat indah di pelupuk mata

Seringkali aku meminta, tolong Allah segera, kumohon segera...
Tapi Allah bilang, sabar sebentar lagi sayang, bersabarlah
Tidak akan lama lagi...
Seringkali pula aku meminta, tolong Allah aku mau yang ini, yang ini saja...
Tapi Allah bilang, sayang Aku sudah siapkan yang lebih baik, yang terbaik
Jadilah anak yang manis, percayakan semua yang menjadi tugasKu
Kupastikan hanya yang terbaik yang akan Kuberikan padamu
Itulah janji Tuhanku, yang senantiasa menguatkanku
Seringkali aku merintih, Allah sepertinya aku sudah tidak kuat
Aku sangat lemah, aku ingin menyerah...
Tapi Allah selalu bilang, Aku bersamamu, kamu pasti mampu
Seringkali aku bertanya, Allah sampai kapan aku seperti ini?
Allah bilang, jangan kau berputus asa dari rahmatKu
Nikmatilah, menangislah bersamaKu
Dan kau akan menemukan ketenangan
Seringkali pula aku bertanya, Allah apakah aku akan lulus?
Allah dengan tegas menjawab, selagi kau selalu bersamaKu,
Kupastikan kau akan lulus, percayalah sayang, percayalah padaKu
Akulah pemilik janji yang tak pernah ingkar

Oh Allah manisnya hidupku ini bersamaMu
Manisnya jalan yang harus ku tempuh ini
Ampuni aku sang pengeluh ini
Ampuni aku yang seringkali mendustakan nikmatMu
Waktu... biarlah jadi pengobat, biarlah jadi penjawab
Dari segala kuasaMu atas diriku
Terima kasih atas kasihMu, terima kasih Ar Rahmaan
Tatkala raga ini seperti akan roboh
Kaulah yang menguatkan kakiku untuk menyangganya
Dan hanya dengan mengingatMu saja hati ini menjadi tenteram

Akan selalu kuingat, sebuah perkataan Ali bin Abi Thalib yang teramat indah
Yakinlah ada sesuatu yang menantimu selepas banyak kesabaran (yang kau jalani)
Yang akan membuatmu terpana hingga kau lupa betapa pedihnya rasa sakit

Sebuah Sajak



"Menghapus Masa Lalu"

...yang paling jauh dari kehidupan kita saat ini adalah masa lalu, yang paling dekat dengan kehidupan kita saat ini adalah masa depan. suka atau tidak suka, sedih maupun bahagia, setiap dari kita mempunyai masa lalu. karena kita tidak akan hidup hari ini, tanpa adanya masa lalu. terima kasih atas semua masa lalu, baik yang membuatku tersenyum maupun yang menghadirkan tangis. terima kasih Allah, Engkau ijinkan aku sampai titik ini, hari ini...

Seandainya saja, menghapus masa lalu itu seperti menghapus inbox di email
Pasti langsung aku “check all lalu klik delete
Seandainya saja, menghapus masa lalu itu seperti menghapus history di bbm
Pasti langsung aku “clear all, end chat atau bahkan delcont
Seandainya saja, menghapus masa lalu itu seperti menghapus SMS di kotak pesan
Pasti langsung aku “option pilih delete all

Ah tapi ternyata tak semudah itu
Semakin ingin dihapus maka semakin kuat pula ingatan kita akan masa lalu
Masa lalu tentu terjadi bukan karena kebetulan
Semua pasti atas ijin Tuhan
Maka cara terbaik menghapus masa lalu
Adalah dengan terus berjalan melangkah maju
Sesekali boleh menoleh ke belakang
Agar kita selalu ingat bahwa keberadaan kita saat ini
Salah satunya berkat masa lalu
Entah masa lalu itu menyedihkan atau membahagiakan
Yang pasti semua itu terjadi atas ijin Tuhan

Ucapkanlah terima kasih pada masa lalu
Maka Tuhan akan mengijinkan kita terus maju dengan gagah dan tegap
Menuju masa depan yang lebih baik
Selamat belajar dari masa lalu

Jumat, 09 Januari 2015

Libur Tlah Tiba

Tombo Ati by Opick

Tombo ati iku limo perkarane 
Kaping pisan moco Qur’an lan maknane 
Kaping pindo sholat wengi lakonono
 Kaping telu wong kang sholeh kumpulono 
Kaping papat kudu weteng ingkang luwe 
Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe
Salah sawijine sopo bisa ngelakoni 
Mugi-mugi gusti Allah nyembadani

Obat hati ada lima perkaranya 
Yang pertama baca Qur'an dan maknanya 
Yang kedua sholat malam dirikanlah 
Yang ketiga berkumpullah dengan orang sholeh 
Yang keempat perbanyaklah berpuasa
Yang kelima dzikir malam perbanyaklah
Salah satunya siapa bisa menjalani 
Moga-moga Gusti Allah mencukupi

Alhamdulillah udah hari Jumat lagi dan besok udah weekend. Cihuyyy... Padahal sih gak ada rencana kemana2 juga. Paling hibernasi di kosan seharian. Tadinya sih pengen maen ke rumah sahabat di Depok. Apa mau dikata adek iparnya mau dateng so aku putuskan lain kali aja maennya. Lagian juga aku masih awang2en bayangin pergi ke Depok seorang diri. Serasa takut nyasar hikss... Gak lucu kan pegawai KAI tapi naik kereta aja kesasar, malu banget sama seragam. Secara aku ini belum pernah naik KRL dan yang lebih parah rasa2nya buta banget sama Jakarta dan sekitarnya. Gak tau napa dari dulu gak gitu suka sama satu kota bernama Jakarta. Rasanya kalo aku di Jakarta seperti semut yang gak ada artinya dan gak akan ada yang peduli keberadaanku. Terlalu riuh sama duniawi, itu sih kayaknya yang bikin aku semakin antipati sama Jakarta. Gak mau jadi orang hedonis.


Apa lagi yah?? Hmm... Wah blank. Udah ahh lagi gak punya inspirasi, lagi menikmati hidup :D
Selamat holiday, barakallah :)

Kamis, 08 Januari 2015

Hati-hati dengan Hati

Selamat datang bulan pertama tahun 2015, Januari... Terimakasih Allah atas suka duka, tawa tangis, sehat sakit. Terimakasih atas segala yang telah Engkau anugerahkan kepadaku hingga detik ini. Setiap hembusan hafas yang begitu ringan ini, semua adalah anugerah terindahMu. Bagiku setiap pagi adalah hari baru, setiap pagi adalah kesempatan. Terimakasih atas nikmat pagiMu yang masih Kau ijinkan menyapaku hingga pagi ini. Semoga hari ini lebih baik dari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini. Aamiin. Terimakasih, terimakasih, alhamdulillah.


Aku benar-benar ingin merubah pola pikir, aku ingin punya semangat baru, pencapaian yang tak akan aku lupakan di tahun ini. Inginku hanya memikirkan hal-hal positif untuk hidupku. Jatuh bangun akhir tahun lalu sudah cukup menguras energi dan air mataku. Aku tidak ingin bulan baru yang indah ini masih dipenuhi pikiran-pikiran negarif dan air mata. Aku sudah terlalu lelah dan lemah. Sudah cukup! Aku juga butuh bahagia tanpa syarat apapun. Let’s begin myself. Ayo kita mulai diriku sendiri. Aku akan memulainya dengan satu ketegasan terhadap diriku sendiri.


JANGAN JAHAT. Tanpa sadar aku adalah orang paling jahat terhadap diriku sendiri. Sudah terlalu sering diri ini tak mau berkompromi dengan diriku sendiri. Andai hati ini tak sekeras batu karang mungkin rasa kecewa yang aku rasakan tak akan sedalam ini. Aku telah mencoba dan selalu memaksa diri ini melakukan hal-hal yang bukanlah menjadi kuasaku untuk melakukannya. Aku benar-benar telah menyiksa diriku sendiri. Manusia paling jahat terhadap diriku sendiri. Bagaimana Allah bisa menyayangiku kalo aku sendiri tak mampu memperlakukan diriku sendiri dengan baik. Bukankah diri ini juga merupakan titipan yang harus aku jaga dan aku sayangi sepenuh hati? Mohon maafkan aku Rabb...


Mulai saat ini aku tak mau lagi memaksakan hal-hal yang menjadi kuasa Allah untuk mewujudkannya. Aku harus memperbaiki ikhtiar-ikhtiar dan niatku. Ya aku harus segera berubah. Aku tak mau jadi orang yang merugi, sudah cukup banyak waktu yang telah aku siakan. Sudah tak terhitung lagi air mata yang sudah menetes, sudah terlalu banyak energi dan pikiran yang terkuras untuk merenungi ini semua. Sudah Cukup! Let’s begin, to be a better person.

Januari ini, antara siap dan tidak siap. Satu hal yang teramat penting terjadi dalam hidupku. Batang usiaku yang lebih meninggi lagi. Entah aku bingung harus bahagia atau sedih. Tapi akhir-akhir ini yang membuatku sedih adalah dengan waktu yang sudah sedemikian panjangnya Allah berikan aku kesempatan untuk masih terus bernafas, tapi kualitas hidupku seakan masih begini-begini saja. Tanpa kemajuan yang berarti, bukankah kalau seperti ini terus maka aku termasuk golongan orang yang merugi? Naudzubillah...

Sudahlah setidaknya sedikit demi sedikit aku mulai menemukan ketenangan, kedamaian dalam hati. Aku hanya harus mengabaikan hal-hal yang tidak penting disekitarku. Aku hanya harus fokus pada diriku sendiri. Kata Allah, aku harus bersabar sedikit lagi. Buah kesabaran ini pasti akan segera datang. Dengan dukungan penuh dari keluarga tercinta, mama bapak kakak-kakak dan ponakan kesayangan aku pasti bisa melewati ini dengan hasil kemenangan.

Aku tak mau lagi menyebut ini sebagai resolusi, karena ketika hal ini aku jadikan resolusi pada awal tahun lalu dan menduduki urutan pertama dalam daftar resolusiku tahun 2014, namun justru malah menjadi hal terpenting yang tak terealisasi. Inilah yang menjadi awal kekecewaan terbesarku, awal keterpurukanku. Ya, aku memimpikan pernikahan. Hati ini benar-benar diliputi kegelisahan yang benar-benar tak mampu aku tahan. Sekuat aku menahan sekuat itu pula air mataku mengalir dengan derasnya. Seringkali aku bertanya pada Rabbku, jodoh itu yang seperti apa sih ya Allah? Kenapa sulit sekali aku menemukannya. Kenapa aku merasa orang-orang disekitarku begitu mudahnya bertemu dengan jodoh bahkan dengan cara-cara yang tak Engkau ijinkan. Sedangkan aku yang selalu berusaha menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang Engkau larang tetapi tak juga Engkau ijinkan untuk bertemu dengannya.

Ah itu hanya pikiran liar sepintasku, yang sesaat kemudian aku lupakan dan aku akan terus fokus dengan prasangka baikku kepada Allah. Bukankah Allah itu sesuai prasangka hambaNya? 
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman:Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku” (Muttafaqun ‘alaih). Hadits ini mengajarkan bagaimana seorang muslim harus huznuzhon pada Allah dan memiliki sikap roja' (harap) padaNya.

Cara terbaik untukku saat ini adalah terus istiqomah dan terus memupuk keyakinan akan ada kemudahan sesudah kesulitan-kesulitan yang aku hadapi. Ini benar-benar sesuai dengan janjiNya "bersama kesulitan ada kemudahan" (QS. Al Insyiraah: 5). Terus berpikir positif dan mengabaikan hal-hal yang tidak penting, itulah yang harus selalu aku sugestikan dalam-dalam pada diriku. Karena bagaimana hati ini bereaksi akan sejalan dengan apa yang aku pikirkan. Kalo aku pikir ini baik maka akan jadi baik dan sebaliknya. Pikiran adalah bagian dari fungsi hati, seperti dijelaskan dalam ayat berikut: "maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada" (QS. Al Hajj: 46)
Salah satu fungsi hati ialah untuk memahami. Memahami adalah salah satu proses berpikir. Maka berpikir itu salah satu bagian dari pekerjaan hati, selain merasakan. Jika hati kita baik maka seluruhnya akan baik. Seperti hadits ini "Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada sekerat daging. Apabila daging itu baik, maka seluruh tubuh itu baik; dan apabila sekerat daging itu rusak, maka seluruh tubuh itu pun rusak. Ketahuilah, dia itu adalah hati." (HR. Bukhari)
Apa yang kita pikirkan akan mempengaruhi semua hidup kita. Maka kita harus berhati-hati dengan pikiran kita, usahakan agar pikiran kita selalu memikirkan yang baik, positif dan indah sebab akan diwujudkan oleh tubuh dan hidup kita. Ada suatu prinsip tentang pikiran yang sering dikatakan oleh para motivator, yaitu "Bila Anda pikir Anda bisa, maka Anda bisa... Tetapi bila Anda pikir Anda tidak bisa, maka Anda tidak bisa."
Selamat menyambut hari baru, semangat baru. Tetaplah tersenyum, karena dibutuhkan 43 otot untuk cemberut dan hanya 17 otot untuk tersenyum. Kalo kata sahabatku "Percaya aja sama Allah, keyakinan sama Allah harus terus dipupuk. Jangan ambil tugas Allah. Tugas kita cuma berusaha. Libatkan Allah dalam sekecil apapun urusan kita, bahkan untuk memilih menu makanan sekalipun." Nasehat yang sangat indah, terimakasih sahabat kesayangan. Jazaakillahu khayran, barakallahu fiik :)