Jumat, 31 Juli 2015

Dear Last July 2015

Bismillah...

Dear last July 2015, 15 Syawal 1436 H

Hari terakhir bulan Juli kalender 2015 bertepatan dengan pertengahan bulan Syawal 1436 H
Ya Allah waktu ini, berlalu begitu cepatnya. Entah aku harus gembira atau menangis. Rasanya belum siap dan tidak pernah siap. Menghadapi kenyataan, hari berganti hari, usia semakin berkurang, dosa semakin bertambah. Jadi aku benar-benar harus menangis :'(

Allah, aku tak minta banyak, juga tak minta macam-macam. Aku hanya minta Engkau senantiasa memberi petunjuk dan menuntunku selalu hidup di jalanMu. Kumohon Allah, jagalah hatiku, jangan biarkan aku berharap kepada selainMu. Jagalah hatiku dari godaan hawa nafsu yang seringkali menggoyahkan imanku. Aamiin.

Allah, izinkan aku menuliskan kerinduan untuknya, seseorang yang Engkau takdirkan untukku, yang saat ini masih setia menanti waktu pertemuan denganku. Allah kumohon disegerakan ya, pada waktu yang Engkau kehendaki, waktu terbaik menurutMu, mohon ya Allah karena aku sangat merindu.. :)

Hai kamuku, Assalamu'alaikum

Apa kabar kamu disana? Apa kamu rindu? Ingin segera bertemu? 😊😊😊
Sabar ya, sebentar lagi, entah di bumi bagian sebelah mana pasti kita bertemu di jalan yang sama..
Dalam doaku, selalu kumohonkan semoga kamu selalu taat, sehat dan dalam perlindungan Sang Maha Cinta, Allah SWT

Kamu, ini adalah tulisan pertamaku tanpa menyadur ulang dari sumber lain
Maaf jika kutuliskan disini
Bukan untuk mengumbar apalagi pamer
Agar tulisan ini dapat kujadikan kenangan
Untuk kutunjukkan padamu ketika kita telah bersama
Betapa dalam masa ini, aku begitu merindu
Betapa hadirmu benar menjadi harap terbesarku

Kamu, kuharap kamu adalah orang yang taat
Yang lisan dan tindakan benar karena Allah
Yang cintamu pada Rasulullah membuatmu menjadikannya sebaik-baik suri tauladan
Yang ketika melantunkan Surat CintaNya mampu menenteramkan hati

Kamu, kuharap kamu adalah orang yang memperhatikan penampilan
Bukan.. Tentu saja bukan penampilan agar diperhatikan banyak orang, apalagi wanita selainku
Tidak.. Bukan itu..!!
Sungguh aku tak akan pernah rela
Asal kamu tau, aku sangatlah pencemburu
Tentu tak kan kukatakan terus terang, tapi aku bisa menjadi sedingin es jika sudah begitu
Jadi camkan itu baik-baik!

Penampilan yang baik, rapi dan bersih ketika akan menghadap kepadaNya, Sang Maha Cinta
Pakaian terbaik ketika menuju masjid
Bau harum semerbak yang akan langsung dapat kukenali bahwa itu adalah kamu, lelakiku

Kamu, yang begitu mengidolakan Rasulullah, begitu bersemangat untuk mengikuti setiap sunnahnya
Kamuku, iya kamu..
Memperhatikan sekecil-kecil hal yang dicontohkannya
Percayalah..
Aku akan jadi orang pertama yang mendukungmu
Meskipun ada orang yang mungkin mencibir, menyebut "Islam aliran"
Sekali lagi percayalah, Islam aliran kita adalah sama
Mengikuti Rasulullah dan perintah Allah
Perhatikan saja genggaman tangan dan tatapan mataku
Semoga dengan itu akan menguatkanmu
Dan ingatlah selalu bahwa sebaik-baik pakaian adalah pakaian takwa
Kuharap kita akan terus saling mengingatkan

Kamu, kuharap kamu adalah orang yang bertanggung jawab
Tentu itu hukumnya wajib!
Kamu adalah pemimpin, tanggung jawab sepenuhnya di pundakmu
Benar.. Nantinya aku adalah madrasah pertama untuk buah hati kita
Tapi ingatlah selalu, madrasah yang baik hanya akan tercipta jika kepala sekolahnya juga baik, yaitu kamu!!
Jangan lelah terus belajar, jangan cepat menyerah pada keadaan
Tanggung jawab besar ada di pundakmu
Bukan kayamu akan harta yang akan membahagiakanku
Kayamu akan ilmu dan agama jauh lebih utama
Bukankah begitu indah ketika satu-satunya tujuan kita bersama adalah demi ridha Allah
Sang Maha Cinta, pemersatu aku dan kamu

Tempat tinggal, kendaraan tentu aku butuh
Sudah menjadi tanggung jawabmu memenuhinya
Tapi kamu juga harus tau, aku lebih butuh tempat tinggal abadi untuk kita di syurga Allah
Kamu, kuharap setelah aku dan kamu telah menjadi kita
Saat itu pula, bersama kita mulai mencicil satu rumah di syurga Allah
Bukan hanya sekedar inden, aku ingin benar kita memilikinya
Untuk itu kita harus mencicil, sepanjang usia kita bersama
Semoga dengannya, Allah ridha mengumpulkan kita kembali dalam satu rumah di syurgaNya

Kamu, bukan sempurnamu yang kuharapkan
Tapi kehadiranku untuk menyempurnakanmu lebih aku inginkan
Kesempurnaan itu milik Allah
Tapi ketika kita telah bersama, separuh agama Allah telah kita sempurnakan
Separuhnya lagi kita upayakan bersama
Dengan saling menggenggam dan mengharap ridhaNya
Semoga dengannya, bersama kita menjadi "sempurna" di mata Allah, Sang Maha Cinta

Jum'at Barokah :)
Bandung, 31 Juli 2015
15 Syawal 1436 H

Tidak ada komentar:

Posting Komentar